nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Polisi Didesak Buka Ulang Kasus Mahasiswi Terlindas Truk di Tangsel

Hambali, Jurnalis · Selasa 19 November 2019 23:00 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 11 19 338 2131939 polisi-didesak-buka-ulang-kasus-mahasiswi-terlindas-truk-di-tangsel-PXktgO8jXG.jpg Ilustrasi (Foto: Ist)

TANGSEL - Polisi menyebut mahasisiwi UIN Jakarta Niswatul Umma (19) yang tewas terlindas truk tanah sebagai tersangka. Dia dinilai bersalah dan lalai dalam berkendara hingga menyebabkan kecelakaan di Jalan Graha Raya Bintaro, Pondok Aren, Tangerang Selatan (Tangsel).

Berdasarkan hasil penyelidikan, polisi menyimpulkan jika mahasiswi Fakultas Syariah dan Hukum itu sebagai tersangka. Sedangkan sopir truk tanah yang melindasnya, Madrais (40), dilepaskan setelah sempat ditahan karena tak memiliki cukup bukti.

Madrais sendiri ketika kejadian tengah mengemudikan truk bertonase besar dengan muatan tanah. Dia merupakan sopir truk dari salah satu perusahaan yang terikat proyek kerjasama oleh pengembang besar di kawasan Bintaro.

Baca Juga: Polisi Sebut Mahasiswi UIN Jakarta Tewas Terlindas Truk sebagai Tersangka

Beberapa saat usai kecelakaan yang terjadi pada 14 Oktober 2019 sore, Madrais memilih kabur menghilang. Namun akhirnya menyerahkan diri ke Mapolres Tangsel. Perusahaan tempatnya bekerja pun ikut melakukan pendampingan.

Ilustrasi

Status korban yang disebut sebagai tersangka, spontan menggugah keprihatinan publik. Lantas muncul lah desakan, agar pihak kepolisian membuka kembali Surat Penghentian Penyidikan (SP3) atas kasus yang menyebabkan tewasnya mahasiswi UIN Jakarta itu.

"Ketidakjelasan SP3 kasus kecelakaan yang menimpa mahasiswa UIN Jakarta, merupakan dampak dari tidak terbukanya Polres Tangsel terhadap perkembangan informasi kasus kecelakaan itu kepada publik," ujar Ahmad Priatna, Wakil Koordinator Tangerang Public Transparency Watch (TRUTH) kepada Okezone, Selasa (19/11/2019).

Menurut dia, patut diduga keluarnya SP3 itu sengaja untuk menutupi keterlibatan pihak tertentu. Padahal sangat jelas banyak sekali kejanggalan dalam kasus tersebut, misalnya soal penetapan korban yang menjadi tersangka dan melepaskan sopir truk dari jeratan hukum.

"Kami menduga ada tendensi keberpihakan Polres Tangsel kepada pihak tertentu, dalam hal ini perusahaan angkut barang (truk) yang dalam pengerjaan proyek-proyek besar di Bintaro," tuturnya.

Baca Juga: Polemik Status Tersangka Mahasiswi UIN yang Tewas Terlindas Truk

Dilanjutkan dia, sekalipun pihak keluarga almarhumah menyatakan telah ikhlas atas musibah itu. Namun, proses hukum harusnya terus berjalan, agar dapat menimbulkan efek jera sekaligus evaluasi perbaikan ke depan.

"Untuk itu, kami meminta Polres Tangsel mempublikasi hasil penyidikan ke publik. Serta menjelaskan secara logis SP3 kasus tersebut, agar tidak menimbulkan kegaduhan di masyarakat," tuturnya.

Pihak kepolisian diketahui kembali mendatangi rumah orangtua almarhumah Niswatul Umma di Kampung Duren Sawit, RT02 RW04, Tajur, Ciledug, Kota Tangerang, Minggu 17 November 2019. Pada kesempatan itu, jajaran Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Tangsel mengklarifikasi soal status tersangka korban.

Di hadapan orangtua korban, polisi membantah telah menetapkan korban sebagai tersangka. Kepolisian mengaku ada kesalahpahaman berasal dari wartawan yang memberitakan. Orangtua korban pun menyudutkan pemberitaan media massa.

"Mungkin kesalahan dari pihak wartawan, dari Kasat (Kasatlantas) nya sendiri tidak pernah menyatakan statemen itu (tersangka). Jadi ini apa ya, mungkin miskomunikasilah dari teman-teman wartawan kepada pihak kepolisian," ucap ayah korban, Miftahudin (42), kepada wartawan, usai didatangi sejumlah petugas kepolisian di kediamannya.

Padahal, pernyataan status tersangka keluar dari hasil penyelidikan oleh Unit Kecelakaan Lalu Lintas (Lakalantas) Polres Tangsel.

"Dari hasil penyidikan ini sopir kita amankan dulu di sini (Polres), memang tidak cukup bukti bahwa si sopir ini sebagai tersangka. Tersangka tetap hasil dari penyidikan kita ini adalah sepeda motor (korban), dan dilakukan pemeriksaan sampai selesai," ujar Kanit Lakalantas Polres Tangse Iptu Dhady Arsya, saat memberi keterangan kepada wartawan, Rabu 13 November 2019. 

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini