nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Muncul Pergerakan Tanah, Longsor Ancam Permukiman Warga di Setu Tangsel

Hambali, Jurnalis · Rabu 20 November 2019 18:49 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 11 20 338 2132361 muncul-pergerakan-tanah-longsor-ancam-permukiman-warga-di-setu-tangsel-CAYeJD6g6s.jpg Rumah warga retak akibat pergerakan tanah. (Foto: Okezone.com/Hambali)

TANGSEL - Pergerakan tanah mulai terjadi di sejumlah permukiman warga di Kampung Keranggan, RT14 RW03, Keranggan, Setu, Tangerang Selatan (Tangsel). Akibatnya, bagian lantai dan dinding rumah banyak yang mengalami retakan hingga terbelah.

Kondisi demikian membuat warga sekitar waswas, khawatir longsor menerjang secara tiba-tiba. Karena hal serupa sebelumnya pernah terjadi di wilayah itu. Apalagi secara kontur permukaan tanah ketinggiannye berbeda.

"Karena ada pergerakan tanah," jelas Kepala Seksi Tanggap Darurat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangsel, Ade Wahyudi, kepada Okezone, Rabu (20/11/2019).

Dinding rumah warga sekitar yang terbelah dihuni oleh Sanwani dan keluarganya. Total ada 4 jiwa yang tinggal di sana. Kondisi itu mengancam pula rumah warga lainnya. Bila hujan deras mulai turun, maka potensi terjadinya longsor semakin besar.

(Foto: Hambali/Okezone)

BPBD Tangsel memastikan, jika tim satuan tugas yang ada akan terus memantau kondisi rumah-rumah warga yang terdampak pergerakan tanah. "Kalau malam rumah yang terdampak itu kosong, enggak ditempati," kata dia.

Dikhawatirkan Ade, bangunan dinding rumah warga bisa ambruk sewaktu-waktu akibat pergerakan tanah. Sehingga dia mengimbau masyarakat untuk selalu waspada, dan menyarankan lebih baik mengungsi jika terjadi retakan di dinding dam lantai rumah.

"Pemukiman di wilayah Kecamatan Setu memang masuk dalam zona rawan tanah longsor," imbuhnya.

Pada Mei 2017, beberapa titik permukiman di Kampung Sengkol, Muncul, Setu, mengalami longsor cukup parah. Ketika itu, sedikitnya lima unit rumah di lingkungan RT04 RW02 yang dihuni 13 jiwa hancur nyaris rata dengan tanah.

BPBD Kota Tangsel mengklaim jika titik zona rawan kini sudah jauh berkurang. Hal itu bisa dibandingkan dari data pada tahun 2018 lalu, di mana zona titik rawan bencana tersebar di 23 lokasi. "Sekarang kurang lebih tinggal 10 titik," ucap Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Tangsel, Zulham Yunus dihubungi terpisah.

Sebagai gambaran, sejumlah titik rawan bencana banjir misalnya berada di Perumahan Pondok Maharta, Kampung Bulak dan Pondok Safari Indah yang berada di Kecamatan Pondok Aren. Lalu di Kampung Sawah, Tembok Bolong di Ciputat Timur.

Berikutnya, Bukit Pamulang Indah serta Lembah Pinus di Pamulang Timur. Perumahan Pesona Serpong dan Kademangan di Kecamatan Setu. "Tapi banjir sekarang sudah jauh berkurang. Dengan adanya pembangunan seperti drainase-drainase yang dulu tidak berfungsi sekarang sudah dibetulkan," tutur Julham.

Adapun titik rawan kekeringan selama musim kemarau sering terjadi di perumahan Citra Pesona Serpong II RT 01 RW 06, Setu, Tangsel. Sedangkan titik lokasi rawan bencana tanah longsor berada di Kampung Sengkol RT06 RW02, Muncul, serta Kampung Koceak RT04 RW02, Keranggan, Setu.

"Antisipasi dari BPBD, kita terus melakukan monitoring dan kita koordinasi bersama pihak-pihak seperti kelurahan, kecamatan, dan dinas terkait," kata dia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini