nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Anggaran Defisit Rp10 Triliun, Sekda DKI Bilang Perlu Skala Prioritas

Sarah Hutagaol, Jurnalis · Kamis 21 November 2019 14:27 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 11 21 338 2132703 anggaran-defisit-rp10-triliun-sekda-dki-bilang-perlu-skala-prioritas-WlGUW2RUCG.jpg Sekda DKI Saefullah

JAKARTA - Sekretaris Daerah (Sekda) DKI Jakarta Saefullah mengungkapkan bahwa rancangan anggaran pendapatan dan rancangan anggaran belanja untuk tahun 2020 tidak seimbang.

Pasalnya, Saefullah menyebut usulan anggaran belanja daerah sebesar Rp97 triliun, sedangkan kemampuan keuangan Jakarta setelah dibahas bersama 5 komisi DPRD DKI, hanya Rp87 triliun.

Ilustrasi

Karena itu, dalam rancangan Kebijakan Umum Anggaran-Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) untuk Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) di DKI Jakarta 2020 defisit Rp10 triliun.

"Jadi rencana pendapatan kita di 2020 yang akan datang, tadi berdasarkan rapat-rapat komisi itu terungkap angka Rp97 triliun. Tapi kemampuan keuangan daerah kita, setelah kita hitung, itu ada di Rp87 triliun sekian-sekian. Jadi masih ada selisih Rp10 triliun," ujar Saefullah di Gedung DPRD DKI Jakarta, Kamis (21/11/2019).

Dikarenakan adanya defisit Rp10 triliun, Saefullah mengimbau adanya pengurangan untuk usulan anggaran belanja daerah. Sehingga menurutnya, perlu dipilih mana anggaran belanja yang menjadi prioritas.

Saefullah pun menyebutkan beberapa usulan anggaran belanja yang bisa dijadikan prioritas adalah program wajib, seperti pendidikan dan kesehatan.

Baca Juga : Ini Reaksi Istana Terkait Agus Rahardjo Cs Gugat UU KPK

Diketahui sebelumnya, Pemprov DKI Jakarta awalnya mengajukan anggaran untuk Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Rp1,4 triliun. Kemudian, ada tambahan anggaran Rp1,16 triliun.

"Apalagi BPJS alami kenaikan, itu kan harus dipenuhi. Kemudian penyedia jasa lain perorangan (PJLP) dengan UMR, itu juga harus dipenuhi. Infrastruktur yang lagi dibangun, termasuk infrastruktur kebutuhan pokok, air. Supaya orang berkeadilan. Supaya semua di pelosok Jakarta mudah dapatkan air bersih. Itu harus dibangun," tuturnya.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini