nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Fakta Unik Sungai Ciliwung: 'Ratu dari Timur' hingga Hewan Endemik

Maulidia, Jurnalis · Jum'at 22 November 2019 14:47 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 11 22 338 2133170 fakta-unik-sungai-ciliwung-ratu-dari-timur-hingga-hewan-endemik-9UNxnRaEJm.jpg Aliran Sungai Ciliwung di Jakarta. (Foto: Dok Okezone/Heru Haryono)

JAKARTA – Ciliwung adalah sungai panjang yang mengalir di wilayah DKI Jakarta, Kabupaten Bogor, Kota Bogor, Kota Depok, Bekasi, dan sekitarnya. Ciliwung tercatat memiliki panjang aliran utamanya mencapai 120 kilometer, sementara daerah tangkapan airnya (aliran sungai) seluas 387 km persegi.

Nama Ciliwung sebenarnya berasal dari penulisan aslinya Ci Liwung. Sungai ini relatif lebar dan bagian hilirnya pada zaman dahulu dapat dilayari perahu kecil yang mengangkut barang dagangan.

Selain beberapa fakta tersebut, masih terdapat hal-hal menarik lainnya dari Sungai Ciliwung. Berikut ini Okezone paparkan tujuh fakta unik terkait Sungai Ciliwung, sebagaimana dikutip dari berbagai sumber, Jumat (22/11/2019).

1. Tanggal 11 November ditetapkan sebagai Hari Ciliwung

Tanggal 11 November ditetapkan sebagai Hari Ciliwung. Deklarasinya dilakukan oleh Komunitas Pegiat Penyelamatan Ciliwung pada 2012.

Penentuan Hari Ciliwung diawali penemuan dua kura-kura bulus pada tanggal 11 November 2011. Inilah yang menjadi semangat komunitas tersebut bahwa masih ada ekosistem endemik Ciliwung yang perlu dilestarikan kehidupannya.

Setahun kemudian diresmikanlah tanggal 11 November sebagai Hari Ciliwung.

Aliran Ciliwung di Bogor dengan latar belakang Gunung Salak pada akhir abad 19. (Foto: Koleksi Tropenmuseum Amsterdam/Wikipedia.org)

Aliran Ciliwung di Bogor dengan latar belakang Gunung Salak pada akhir abad 19. (Foto: Koleksi Tropenmuseum Amsterdam/Wikipedia.org)

2. Pusat transportasi utama Kerajaan Padjajaran

Padjajaran merupakan kerajaan terbesar yang menguasai wilayah tataran Sunda atau Tanah Pasundan. Zaman dahulu Sunda Kelapa, kini menjadi Jakarta, menjadi salah satu bandar atau pelabuhan besar dan utama milik Padjajaran.

Pada tahun 1500-an, Padjajaran memanfaatkan Sungai Ciliwung sebagai pusat transportasi dari ibu kota kerajaan di Pakuan (Bogor) menuju pelabuhan ke pantai utara seperti Banten, Tangerang, dan Sunda Kelapa.

3. Air Sungai Ciliwung sebagai kebutuhan

Pada 1689, desiran air Sungai Ciliwung sangat bening dan bisa diminum langsung. Penduduk yang tinggal di bantaran sungai bisa memanfaatkan air tersebut untuk kebutuhan rumah tangga.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, di sekitar bantaran Sungai Ciliwung terdapat tanaman bambu yang tumbuh dan berkembang. Bambu merupakan salah satu tanaman yang menyimpan cadangan air, dan hal ini terjadi sampai sekira 1960.

Sungai Ciliwung. (Foto: Dok Okezone/Heru Haryono)

4. Dijuluki 'Ratu dari Timur'

Ketika masa penjajahan dahulu Sungai Ciliwung sangat terkenal dengan kejernihan airnya sampai-sampai mendapat julukan 'Ratu dari Timur'. Hal inilah yang membuat Pemerintah Kolonial Belanda yang tergabung dalam VOC sangat terpukau dengan Sungai Ciliwung.

Kala itu sistem kanalisasi Ciliwung sangat indah. Terdapat barisan pohon kelapa dan bangunan bergaya Eropa di sebelah kanan-kiri Ciliwung.

Sejumlah pujian hadir untuk Sungai Ciliwung dan Kota Batavia berkat keindahan ini. Hingga akhirnya muncul sebutan 'Ratu dari Timur'.

5. Sungai Ciliwung memiliki ratusan jenis ikan

Berdasarkan informasi yang dihimpun, ada sebanyak 270 ikan endemik Ciliwung yang bisa menjadi sumber konsumsi. Namun saat ini jumlah ikan tersebut sudah berkurang dan hanya 20 jenis yang tersisa, tepatnya di wilayah Cianjur dan Bogor.

Aliran Sungai Ciliwung di Bogor. (Foto: Dok Okezone)

6. Mengenal hewan khas Ciliwung

Sungai Ciliwung memiliki beberapa hewan khas yang unik selain ikan. Di bantarannya terdapat kupu-kupu raksasa, bulus atau kura-kura bertempurung lunak, serta ular sanca. Kemudian di bagian muara sungainya ada buaya, kucing bakau, burung bangau, dan berang-berang.

Sayangnya, hewan-hewan khas tersebut sudah punah. Terakhir dilihat dan ditemukan pada 1970. Kini Ciliwung harus dijaga habitatnya karena masih ada hewan khas yang bisa ditemukan, seperti ular, musang, dan beragam ikan.

7. Air Ciliwung semakin terancam

Saat ini kondisi air Sungai Ciliwung semakin surut, terutama ketika musim panas. Ciliwung bakal mengalami banjir saat musim hujan mendatang.

Selain itu, pencemaran menjadi masalah serius di Sungai Ciliwung saat ini. Kian hari air yang mengalir makin kotor, bahkan berkurang debitnya.

Permasalahan tersebut diduga terjadi ketika muncul pembangunan-pembangunan secara masif di Depok, Jakarta, dan Bogor.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini