Mabuk Miras, Anggota Ormas PP Tangsel Keroyok Pemuda hingga Bonyok

Hambali, Okezone · Sabtu 23 November 2019 16:03 WIB
https: img.okezone.com content 2019 11 23 338 2133551 mabuk-miras-anggota-ormas-pp-tangsel-keroyok-pemuda-hingga-bonyok-or4uFkKAim.jpg Foto Ilustrasi shutterstock

TANGSEL - Ulah oknum anggota Ormas Pemuda Pancasila (PP) ini tak patut ditiru. Di bawah pengaruh minuman keras (Miras), dia dan beberapa temannya menganiaya seorang pemuda hingga babak belur tak karuan.

Kejadian itu berlangsung di warung jamu yang terletak di Jalan Jombang Raya, RT04 RW07, Parigi, Pondok Aren Tangerang Selatan (Tangsel), 19 November 2019, sekira pukul 23.00 WIB.

Ketika itu, korban bernama Prima Novanggra Putra (28) ditemani 4 orang lainnya sedang membeli minuman jamu. Tak berselang lama, datang lah pelaku bernama Ahmad Supriyadi alias Supri (34) dalam kondisi mabuk.

Berlagak sok jagoan, tanpa sebab Supri mencak-mencak di warung jamu itu. Lantas korban yang merasa terganggu coba menegur Supri. Namun bukan mereda, ulah Supri kian menjadi dan menantang korban dan sejumlah rekannya.

 Aniaya

"Pelaku datang dalam kondisi mabuk, karena tak sopan lalu ditegur. Kemudian merasa tak terima, lalu terjadu cekcok mulut antara korban dan pelaku," ungkap Kompol Afroni Sugiarto, Kapolsek Pondok Aren, kepada Okezone, Sabtu (23/11/2019).

Dalam cekcok mulut, sempat terlontar ancaman dari Supri bahwa dia berasal dari Ormas PP yang menguasai wilayah itu. Korban tak surut nyali, dia pun balik menantang serta berujar jika dia anggota Ormas PP dari wilayah lain.

"Baik pelaku dan korban ini mengaku sesama anggota Ormas yang sama, namun beda wilayah," jelas Afroni.

Karena ciut hanya seorang diri, pelaku pergi dan meninggalkan lokasi. Beberapa saat kemudian, dia kembali mendatangi warung jamu ditemani sekira 7 orang yang mengaku berasal dari Ormas PP. Tanpa basa-basi, Supri langsung melepas bogem mentah ke wajah korban.

"Terjadilah saling pukul antara pelaku dan korban. Lalu seorang pelaku lainnya, ikut mengeroyok korban dengan menggunakan batu," imbuhnya.

Karena tak imbang dikeroyok Supri dan Haeruddin alias Golun (34), korban tersungkur dengan kondisi babak belur. Dia menderita luka sobek di bagian kepala akibat dihantam batu, bagian tangan dan mukanya juga mengalami memar-memar, bahkan salah satu gigi bagian depannya patah akibat pukulan pelaku.

"Usai kejadian korban melapor ke Polsek Pondok Aren. Kemudian tim Resmob bergerak cepat, dan menciduk pelaku di daerah Parigi," tukas Afroni.

Atas perbuatannya, kedua pelaku dijerat Pasal 170 KUHP tentang pengeroyokan. Mereka diancam dengan pidana kurungan selama 5 tahun penjara. Barang bukti yang disita adalah sebuah batu yang digunakan pelaku serta hasil visum oleh korban.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini