nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Sanksi Tilang Penyerobot Jalur Sepeda Dinilai Kurang Tepat, Ini Alasannya

Fahreza Rizky, Jurnalis · Selasa 26 November 2019 07:46 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 11 26 338 2134433 sanksi-tilang-penyerobot-jalur-sepeda-dinilai-kurang-tepat-ini-alasannya-GhRRp8Bbk1.jpg Jalur sepeda diserobot pemotor. (Foto: Okezone.com/Heru Haryono)

JAKARTA - Polda Metro Jaya menerapkan sanksi tilang kendaraan bermotor yang menyerobot jalur sepeda. Kebijakan itu berlaku mulai Senin 25 November 2019.

Adapun aturan hukum yang diterapkan kepada para pelanggar yakni Pasal 284 tentang Hak Utama Pejalan Kaki dan Pasal 287 Ayat (1) tentang Melanggar Rambu atau Marka dalam UU Nomor 22 Tahun 2009.

Menanggapi itu, Ketua Presidium Indonesia Traffic Watch (ITW) Edison Siahaan mengatakan sanksi tilang kepada pelanggar yang menyerobot jalur sepeda belum saatnya diterapkan. Pasalnya, di Ibu Kota belum seluruhnya transportasi umum terintegrasi.

"Sebaiknya polisi harus menyampaikan argumentasi ke Pemprov bahwa jalur sepeda belum saatnya diterapkan dengan sanksi. Karena transportasi umum yang terintegrasi ke seluruh pelosok belum tersedia," kata Edison kepada Okezone, Selasa (26/11/2019).

Baca juga: Mengayuh Harapan di Jalur Sepeda Ibu Kota

Edison berujar penindakan berupa tilang dalam pelanggaran lalu lintas bukanlah solusi efektif dan permanen. Bahkan, hal itu disebut tidak akan memberi efek jera yang signifikan.

DPRD DKI Tolak Kenaikan Anggaran Pembangunan Jalur Sepeda

"Karena pemicu terjadinya pelanggaran di antaranya belum tersedianya transportasi umum yang terintegrasi dan terjangkau secara ekonomi. Serta rendahnya kesadaran tertib berlalu lintas masyarakat," ucapnya.

"Sebaiknya penindakan disertai dengan sosialisasi untuk membangun dan meningkatkan kesadaran tertib berlalu lintas masyarakat, hingga tertib berlalu lintas dijadikan sebagai kebutuhan yang wajib dilakukan," kata dia.

(qlh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini