nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

DPRD DKI: Pembangunan Hotel Bintang 5 di TIM Tak Ganggu Seniman

Fadel Prayoga, Jurnalis · Selasa 26 November 2019 16:37 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 11 26 338 2134675 dprd-dki-pembangunan-hotel-bintang-5-di-tim-tak-ganggu-seniman-0uBgNCrpVo.jpg DPRD DKI Jakarta (Foto: Okezone)

JAKARTA - Sekretaris Komisi B DPRD DKI Jakarta, Pandapotan Sinaga mengatakan, pihaknya telah melakukan tinjauan ke proyek revitalisasi Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta Pusat pada Selasa (26/11/2019).

Menurut dia, setelah melihat kondisi di lapangan, pembangunan hotel bintang lima dalam rangkaian revitalisasi TIM itu tidak mengganggu keberadaan para seniman yang biasa mengkspresikan seni di sana.

"Kami melihat secara langsung, fakta lapangannya tentang kegiatan ini dan memastikan bahwa seniman-seniman tidak terganggu dengan adanya revitalisasi ini," kata Pandapotan di Gedung DPRD DKI, Jakarta Pusat, Selasa (26/11/2019).

TIM

Baca Juga: Pembangunan Hotel di TIM Disebut Kamuflase Bisnis

Politikus PDIP itu meminta PT Jakarta Propertindo (Jakpro) untuk kembali membangun komunikasi dengan para seniman ihwal lokasi mana saja yang akan dilakukan revitalisasi. Sehingga, ke depannya diharapkan tak akan ada lagi perbedaan persepsi soal pembangunan hotel tersebut.

"Saya minta dan tekankan supaya mereka mengajak dan berkomunikasi dengan seniman," ujarnya.

Ia mengaku juga akan menjelaskan ke jajaran Fraksi PDIP terkait hasil temuan di lapangan yang memperlihatkan kalau pembangunan itu tidak akan mengganggu kegiatan para seniman di TIM.

"Saya akan melakukan komunikasi dengan fraksi setelah kami melakukan peninjauan. Kami akan beri tahu fakta lapangannya," kata dia.

PT Jakpro dalam menjalankan proyek revitalisasi kawasan TIM, menganggarkan dana lewat Penyertaan Modal Daerah (PMD) sebesar Rp1,8 triliun. Pembiayaan lewat Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) ini disetorkan secara bertahap, yakni Rp 200 miliar pada 2019, Rp1,15 triliun pada 2020, dan Rp450 miliar pada 2021.

Menurut dia, bila revitalisasi itu disetop maka uang sebesar Rp200 miliar yang sudah digelontorkan pada tahun ini akan terbuang sia-sia.

"Enggak mungkin kita setop yang sudah direncanakan, sementara PMD pun sudah sempat kita salurkan. Kecuali dari sejak awal ada permasalahan seperti ini kita setop secara total," ujar dia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini