nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pelecehan Seksual Masih Kerap Ditemui di Transportasi Umum

Fadel Prayoga, Jurnalis · Rabu 27 November 2019 16:23 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 11 27 338 2135107 pelecehan-seksual-masih-kerap-ditemui-di-transportasi-umum-uHVHoQutxQ.jpg Foto: Okezone.com

JAKARTA - Komnas Perempuan dan Koalisi Ruang Publik Aman (KRPA) menilai, transportasi umum masih kerap menjadi sasaran empuk para oknum untuk melancarkan pelecehan seksual. Berdasarkan hasil survei ditemukan 3 dari 5 perempuan dan 1 dari 10 laki-laki pernah mengalami pelecehan di ruang publik.

Relawan Lentera Sintas Indonesia, Rastra menyebut ada sebanyak 62.224 responden yang mengikuti survei dan diketahui hasilnya bahwa perempuan 13 kali lebih rentan mengalami pelecehan di ruang publik dibandingkan laki-laki.

"Dari analisis data survei, KRPA menemukan sebanyak 46,80 persen responden mengaku pernah mengalami pelecehan seksual di transportasi umum, menjadikan transportasi umum (15,77 persen) sebagai lokasi kedua tertinggi terjadinya pelecehan, setelah jalanan umum (28,22 persen)," ujarnya di Komnas Perempuan, Jakarta Pusat, Rabu (27/11/2019).

Ia menjelaskan, ada 19 jenis pelecehan seksual yang biasa terjadi di transportasi publik. Salah satunya seperti siulan/suitan, suara kecupan, komentar atas tubuh, komentar seksual yang gamblang, komentar seksis, komentar rasis, main mata.

 Pelecehan Seksual

Selain itu, foto secara diam-diam, diintip, diklakson, gestur vulgar, dipertontonkan masturbasi publik, diperlihatkan kelamin, didekati dengan agresif secara terus menerus diikuti/dikuntit, hingga disentuh, diraba, dan digesek dengan alat kelamin.

"Penting untuk masyarakat tahu beragam bentuk pelecehan ini agar lebih dapat mengidentifikasi," katanya.

Sementara itu, Co-director Hollaback Jakarta Anindya Restuviani, mengatakan, ruang publik yang ramai bukan berarti seseorang bisa terhindar dari pelecehan seksual.

"Kadang malah banyak orang-orang yang menyalahkan korbannya dan malah melakukan victim blaming terhadap korban," katanya.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini