nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Penyandang Tuna Netra Minta Kemenhub Beri Sanksi PT KCI

Achmad Fardiansyah , Jurnalis · Kamis 28 November 2019 03:15 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 11 28 338 2135317 penyandang-tuna-netra-minta-kemenhub-beri-sanksi-pt-kci-VZ1Y7O3NtW.jpg ilustrasi

JAKARTA - Penyandang tuna netra yang nyaris terlindas kereta di Stasiun Cikini, Fazlur Rahman alias Alun bakal melayangkan somasi dan class action kepada PT KCI.

"Saya menuntut Kementerian Perhubungan sebagai regulator memberi sanksi tegas kepada PT. KCI sekaligus class action dan somasi, sebagai bukti komitmen kita taat peraturan. Agar peraturan yang dibuat tidak jadi puisi dan terus tidak ada sanksi langsung," katanya kepada wartawan, Rabu (27/11/2019).

Ilustrasi

Untuk diketatahui, beberapa waktu lalu ia jatuh terperosok ke rel saat dirinya ingin naik KRL menuju Stasiun Klender dengan KRL tujuan Stasiun Bekasi. Saat itu ia menggunakan tongkat menuju pintu KRL, tiba-tiba terperosok di antara platform stasiun dengan pintu kereta. Ketika peristiwa itu terjadi, petugas KCI tidak membimbing Fazlur dari peron ke atas kereta.

Dari kejadian yang dialaminya, Fazlur mengaku seperti dianak tirikan sebagai penggunakan transportasi massal, padahal sudah banyak kejadian disabilitas di transportasi dan para korban yang harus berjuang kesana sini di pengadilan. Padahal bunyinya sudah jelas di peraturan.

"Yang berarti ditujukan untuk semua transportasi yang masih melakukan stigma, meremehkan kemanusiaan dan tidak melaksanakan aturan yang telah mereka buat sendiri. Bahkan saat Hari Perhubungan tahun ini mereka sudah menandatangani MoU antara kementerian perhubungan, kementerian sosial dan berbagai perusahaan penyelenggara transportasi," tuturnya.

Baca Juga : Curhat Penyandang Tuna Netra yang Hampir Terlindas KRL di Stasiun Cikini

Fazlur merasa PT KCI setengah hati dalam meminta maaf kepadanya atas peristiwa yang nyarus merenggut nyawanya itu.

"Namun dapat dikatakan dengan kejadian ini, komitmenya masih lemah. Dengan prosedur keluhan penumpang yang baru seminggu ditanggapi," ungkapnya.

Alun berharap, di Hari Disabilitas Internasional (HDI) yang jatuh pada 3 Desember mendatang, PT KCI lebih semangat dalam sensitifitas dalam memperjuangkan disabilitas.

"Menurut PT KCI sudah ada pelatihan untuk 4200 petugas yang di tempatkan di 80 stasiun, hanya kalau tidak menjadi mainstreaming setiap hari, menjadi sensitifitas, kecakapan petugas. Mari bangun sensitifitas. Kalau kita tidak perjuangkan sekarang, kapan lagi dan momennya, dan HDI 2019 Negara wajib memberi komitmen dan ketegasan dalam memajukan upaya upaya mewujudkan transportasi yang akses, ramah, mudah, untuk penyandang disabilitas," tutupnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini