nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

7 Sindikat Pembobol ATM di Depok Ditangkap, Sudah Beraksi 3 Tahun

Puteranegara Batubara, Jurnalis · Sabtu 30 November 2019 12:56 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 11 30 338 2136352 7-sindikat-pembobol-atm-di-depok-ditangkap-sudah-beraksi-3-tahun-Hw0ASwlQnj.jpg Ilustrasi. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Polisi menangkap tujuh pembobol mesin Anjungan Tunai Mandiri (ATM). Sindikat ini diketahui kerap beraksi di kawasan Depok, Jawa Barat.

Adapun, ketujuh pelaku adalah HR (34), FW (26), HP (20), AR (26), DD (25), S (36), dan IM (29). Mereka melakukan kejahatan itu guna mendapatkan modal untuk hura-hura.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus menyampaikan, sindikat ini kerap berkasi memakai alat tertentu. Mereka terakhir beraksi di Jalan Pekapuran Raya, Depok, Jawa Barat.

"Modus operandi yang dilakukan dengan cara mengganjal ATM. Mereka bersama-sama itu (ATM) diganjal dengan menggunakan ada satu alat yang digunakan di ATM tersebut," kata Yusri kepada wartawan, Jakarta, Sabtu (30/11/2019).

Sementara itu, Wakil Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, AKBP Dedy Murti Haryadi mengatakan, sindikat ini mempelajari aksinya melalui Youtube. Hal itu dilakukan saat salah satu tersangka tengah 'mondok' di Lembaga Permasyarakatan.

Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

Dalam melancarkan aksinya, mereka mengganjal ATM menggunakan korek api atau mika warna transparan untuk mengecoh korban.

"(Dapat pengetahuan mengganjal ATM) dari Youtube saat mereka di dalam lapas karena ada yang residivis. Selain itu, mengganjal ATM juga pengembangan modifikasi mereka sendiri," kata Dedy.

Dedy menyebut, sindikat ini telah berkasi selama tiga tahun. Biasanya, mereka menyasar mesin ATM yang berada di kawasan Jabodetabek. Tujuan mereka mengganjal ATM ialah agar mengetahui kata sandi atau PIN ATM para korbannya.

"Itu sebenarnya bukan tertelan tapi mengganjal. Begitu dia (korban) menarik sejumlah uang dari mesin ATM, korban biasanya akan panik karena kartunya mengganjal," jelasnya.

"Kemudian tersangka akan pura-pura membantu korban dan meminta korban memasukkan PIN. Jadi, tersangka mengambil kartu ATM korban dan sudah mengetahui PINnya," tutup Dedy.

Atas perbuatannya, para tersangka dijerat Pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman penjara selama 7 tahun.

(qlh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini