nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Polda Metro Luncurkan Sistem E-Drivers untuk Ujian Praktik Bikin SIM

Muhamad Rizky, Jurnalis · Minggu 01 Desember 2019 16:35 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 12 01 338 2136607 polda-metro-luncurkan-sistem-e-drivers-untuk-ujian-praktik-bikin-sim-fOPcagpK74.jpg Ujian praktik bikin SIM. (Ist)

JAKARTA – Polda Metro Jaya meluncurkan eletronic driving test system atau e-drivers. Sistem baru itu dikeluarkan untuk menguji praktik SIM yang dilakukan masyarakat dengan menggunakan sistem elektronik.

Dirlantas Polda Metro Jaya, Kombes Yusuf mengatakan, melalui sistem e-drives, penilaian ujian praktik SIM yang selama ini dilakukan secara konvensional berubah menjadi sistem elektronik. Proses penilaian ini disebut akan lebih transparan dan akuntabel.

"Dengan sistem ini diharapkan pemohon SIM akan benar-benar mendapatkan pelayanan yang cepat, tepat, profesional, modern dan terpercaya," ujar Yusuf dalam keterangan tertulisnya, Minggu (1/12/2019).

Nantinya, kata Yusuf, masyarakat sebelum melaksanakan uji praktik SIM akan diberikan pengarahan tata cara pelaksanaan ujian praktik agar memahami sistem yang baru tersebut.

Ilustrasi pembuatan SIM dan STNK. (Foto : Okezone.com)

"Tes peserta uji praktik satu Sim C meliputi uji pengereman atau keseimbangan, uji zig zag atau salon, uji angka delapan, uji reaksi rem menghindar, uji berbalik arah membentuk huruf U atau U turn," tuturnya.

Kemudian lanjutnya, untuk uji praktik SIM A meliputi maju dan mundur pada jalur sempit, zig zag maju mundur, parkir seri dan pararel, serta berhenti di tanjakan dan turunan. "Untuk SIM A dan C punya klasifikasi dan penilai yang berbeda," ujarnya.

Berikut teknologi yang digunakan pada e-drives:

1. RFID (Radio frequency identification). RFID yang diletakkan pada kendaraan roda dua adalah sistem identifikasi nirkabel yang memungkinkan pengambilan data tanpa harus bersentuhan. Ketika peserta melewati RFID maka secara otomatis data peserta akan tampil pada aplikasi ujian praktik sim di ruang monitoring.

2. Passive infrared. Cahaya inframerah pada garis awal (start) di garis akhir (finish) gunanya untuk mengetahui saat peserta mulai dan selesai pada masing-masing tahapan.

3. Vibration sensor. Sensor yang dapat mengetahui suatu getaran pada suatu benda. Sensor ini diletakkan dalam patok yang terpasang di samping lintasan, jika kendaraan bermotor (Ranmor) menyenggol atau menabrak patok maka vibration sensor akan aktif dan mengirimkan sinyal ke aplikasi uji praktik SIM pada komputer server di ruang monitoring sehingga penguji dapat mengetahui posisi dan jumlah patok yang tersenghol atau tertabrak.

Ujian praktik bikin sim. (Ist)

4. Ultrasonik adalah pancaran gelombang suara dengan frekuensi tinggi 20 Kilo Hertz. Sensor ini diletakkan di pada tahapan tanjakan dan turunan uji praktik SIM A.

Ketika mobil berhenti pada posisi menanjak atau turunan sensor ultrasonik ini akan mengetahui posisi terakhir mobil. Jika terjadi reaksi mundur atau maju sebelum melanjutkan tanjakan atau turunan, sensor ultrasonik akan mengirimkan sinyal ke komputer server di ruang monitoring, dari dalam ruang monitoring penguji dapat melakukan pemantauan dari layar CCTV dan juga memberikan peringatan, aba-aba atau perintah dengan pengeras suara.

Uji praktik juga dapat dilakukan dengan beberapa peserta uji sekaligus secara simultan. Hasil pengujian dapat dilihat oleh penguji di lapangan yang terintegrasi melalui tablet dan layar monitor untuk menunjukkan ke peserta ujian.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini