nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Benderanya Dicopot, Massa FBR Tangsel Geruduk Kantor Airin

Hambali, Jurnalis · Selasa 03 Desember 2019 19:36 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 12 03 338 2137553 benderanya-dicopot-massa-fbr-tangsel-geruduk-kantor-airin-OPzw8k0eVF.jpg FBR mendatangi kantor Wali Kota Tangerang Selatan Airin Rachmi Diany (Foto: Hambali)

TANGSEL - Massa Ormas Forum Betawi Rempug (FBR) mengamuk di kantor Wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel) Airin Rachmi Diany, Jalan Maruga, Ciputat, Selasa (3/12/2019).

Massa FBR datang mengenakan atribut lengkap sekira pukul 14.30 WIB. Mereka bergerombol mengendarai mobil dan sepeda motor. Sepintas, tercium aroma minuman keras di tengah kerumunan massa.

Baca Juga:  Polisi Tembak Kaki Pelaku Penganiayaan Anggota FBR di Tanjung Duren

Kedatangan massa FBR membuat ciut sekuriti kantor wali kota. Beberapa di antaranya berlindung dan masuk ke dalam gedung. Seketika, akses masuk di depan lobi Puspemkot Tangsel dikepung massa ormas.

"Betawi ! Rempug !!!," seru massa secara kompak.

Beruntung tak lama kemudian, Kapolres AKBP Ferdy Irawan datang bersama pasukan bersenjata lengkap. Setelah melakukan dialog dengan pimpinan Ormas FBR, lantas dilakukan audiensi melibatkan Satpol PP, Polisi dan TNI.

FBR 

Penelusuran Okezone, rupanya kemarahan massa FBR dipicu pencopotan bendera mereka saat penertiban Bangunan liar (Bangli) oleh Satpol PP di kawasan Gaplek, Ciputat, pagi tadi.

Setelah selesai audiensi, akhirnya secara mengejutkan Kabid Penegakan Perundang-undangan Satpol PP, Sapta Maulana, meminta maaf kepada massa FBR. Dengan wajah pucat, dia melontarkan pernyataan itu di bagian lobi utama kantor Airin.

"Atas kelakukan dan sikap saya yang memindahkan tiang bendera FBR, atas peristiwa itu saya mohon maaf yang sebesar-besarnya. Saya memindahkan supaya menjaga agar bendera tidak kotor dan tidak menyentuh tanah. Atas nama Satpol PP, saya memohon maaf yang sebesar-besarnya," tutur Sapta, disambut teriakan massa Ormas.

Sementara, Sekretaris FBR Kota Tangsel, Satiyan, menjelaskan duduk perkara yang membuat massa menggeruduk kantor Airin. Menurut dia, kesalahpahaman itu terjadi saat ada potongan video yang menunjukkan petugas Satpol PP mengangkut bendera FBR dalam penertiban.

"Informasi dari temen lapangan, saya lihat di video kalau ada bendera FBR dicopot, itu sensitif buat kita. Perkara tadi misalnya nggak ngerti, ya kan bisa ditanya ke anggota kita di gardu, biar mereka yang memindahkan bendera itu," ujarnya.

Baca Juga: Polisi Selidiki Tewasnya Anggota FBR di Tanjung Duren 

Meski demikian, atas permintaan maaf Satpol PP itu maka FBR Korwil Tangsel secara lapang dada memaafkan dan menganggapnya sebagai kesalahpahaman. Namun, pihak Satpol PP tetap diminta mendatangi gardu di lokasi penertiban bendera untuk menyelesaikan secara kekeluargaan.

"Saya harap teman-teman Satpol PP tidak arogan, jangan terus bilang kalau mereka penegak Perda, kita tahu itu. Tapi kan harus menghargai juga kearifan lokal, sehingga tidak terjadi kegaduhan seperti ini," ujar Satiyan.

Kondisi itu, bisa dibilang cukup ironis. Lantaran upaya penertiban sebagaimana amanat Perda, justru melahirkan perlawanan dari massa Ormas. Parahnya lagi, Satpol PP merasa bersalah dan seketika meminta maaf, hingga membuat kewibawaan pemerintahan Airin seolah tak dihargai.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini