nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Tawuran di Tangerang, Seorang Pelajar Tewas Kena Bacok

Isty Maulidya, Jurnalis · Selasa 03 Desember 2019 19:47 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 12 03 338 2137562 tawuran-di-tangerang-seorang-pelajar-tewas-kena-bacok-41p1olz8Gw.jpg Ilustrasi tawuran (Foto: Ist)

TANGERANG - Seorang remaja di Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, Banten tewas setelah dikeroyok 10 orang yang masih berstatus pelajar. Dalam aksi pengeroyokan tersebut, OK (17) menderita luka lebam di bagian punggung dan kepala, serta luka bacok di bagian dada yang mengakibatkan urat nadi korban putus.

Kapolres Kota Tangerang Ajun Komisaris Besar Polisi Ade Ary Syam Indradi menjelaskan, tawuran tersebut bermula dari saling ejek antara kubu korban dan kubu pelaku di media sosial. Keduanya saling adu kekuatan, dan berujung kesepakatan melakukan aksi tawuran.

"Kedua kelompok awalnya saling ejek, kemudian merencanakan tawuran. Mereka juga menyiapkan senjata golok, stik golf, dan balok kayu," ujarnya di Mapolsek Tigaraksa, Selasa (3/12/2019).

Baca Juga: Kampus Unifa Diserang OTK, 1 Mahasiswa Kena Bacok 

Dikatakan Ade, jumlah kelompok pelaku lebih banyak dibanding kelompok korban. Sehingga membuat kelompok pelaku menyerang secara membabi buta. Kelompok korban pun akhirnya melarikan diri, namun OK tidak sempat lari dan akhirnya dikeroyok pelaku.

"Di saat temannya yang lain lari, OK tidak sempat menyelamatkan diri. Hingga akhirnya dikeroyok dan tewas," ujarnya.

 Polisi merilis kasus tawuran

Saat ini, polisi sudah mengamankan 10 pelaku yang mengeroyok OK. Satu di antaranya adalah YOR (19) yang merupakan alumni dari sekolah salah satu pelaku tawuran. YOR juga terbukti melakukan pembacokan terhadap OK serta perencana aksi tawuran.

"Satu pelaku kita tahan, dan yang lainnya ini kita lakukan pendampingan karena statusnya masih di bawah umur alias anak berhadapan dengan hukum," ujarnya.

Baca Juga: 20 Orang Diperiksa Terkait Tawuran Tewaskan Mahasiswa di Medan 

Pelaku YOR dikenakan Pasal 80 Ayat (3) Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2014 tentang perlindungan anak dan Pasal 170 KUHPidana dengan ancaman di atas 15 tahun penjara. Sedangkan 9 pelaku lainnya dilakukan pendampingan karena masih berstatus pelajar dan di bawah umur.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini