nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

AJI Kutuk Kekerasan Oknum FBR terhadap Wartawan di Tangsel

Hambali, Jurnalis · Rabu 04 Desember 2019 14:22 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 12 04 338 2137864 aji-kutuk-kekerasan-oknum-fbr-terhadap-wartawan-di-tangsel-THLpWPjPd8.jpg Massa FBR saat mendatangi kantor Wali Kota Tangerang Selatan, Airin Rachmi Diany (Foto: Okezone/Hambali)

TANGSEL - Aliansi Jurnalis Independen (AJI) mengutuk keras tindak kekerasan oleh oknum massa Ormas Forum Betawi Rempug (FBR) terhadap salah satu wartawan yang tengah menjalani peliputan di Balai Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Jalan Maruga, Ciputat.

"AJI Jakarta menilai tindakan kekerasan dan penghalang-halangan kerja-kerja jurnalistik yang dilakukan ormas FBR Kota Tangsel itu telah mencederai kebebasan pers," kata Asnil Bambani, Ketua AJI Jakarta dalam keterangan tertulis yang diterima Okezone, Rabu (4/12/2019).

Baca Juga: AJI Minta Kasus Pembakaran Rumah Wartawan Aceh Diusut 

Menurut Asnil, dalam Pasal 8 Undang Undang (UU) Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers, tegas menyatakan bahwa jurnalis mendapat perlindungan hukum dalam menjalankan profesinya di lapangan.

"Kerja-kerja jurnalistik meliputi mencari bahan berita, memperoleh, memiliki, menyimpan, mengolah, hingga menyampaikannya kepada publik," ujarnya.

Laporan jurnalis Tangsel 

Pada Pasal 18 UU Pers menegaskan, setiap orang yang melawan hukum dengan sengaja melakukan tindakan menghambat, atau menghalangi upaya jurnalis untuk mencari dan mengolah informasi, maka bisa diancam pidana dan denda.

"Dapat dipidana dengan pidana kurungan penjara selama 2 tahun atau denda paling banyak Rp500 juta," ujarnya.

Disampaikan Asnil, menanggapi kekerasan itu AJI Jakarta menyatakan:

1. Mengutuk keras aksi premanisme dan penghalang halangan liputan oleh Ormas FBR Kota Tangsel.

2. Mendesak aparat kepolisian untuk menangkap pelaku dan memproses kasus ini secara hukum.

3. Mengimbau kepada semua kalangan masyarakat, khususnya Ormas untuk menghormati kebebasan pers.

Baca Juga: AJI Kritik Tindakan Represif Polisi Borgol Pemimpin Media di Surabaya 

Kekerasan oleh oknum Ormas FBR terjadi pada Selasa 3 Desember 2019, sekira pukul 14.30 WIB. Ketika itu, gerombolan massa Ormas berjumlah puluhan orang merangsek masuk ke area depan lobi utama Balai Kota Tangsel sambil berteriak-teriak lantang.

Korban, Eka Huda Rizky (20), merupakan jurnalis dari media daring Kabar6.com. Saat itu, dia berada di sekitaran masjid yang bersebelahan dengan gedung lobi utama. Naluri jurnalismenya muncul, begitu melihat massa Ormas FBR berkumpul mengepung akses masuk lobi utama kantor Airin.

Saat akan mendokumentasikan peristiwa itu menggunakan handphone, beberapa massa ormas datang menghampiri sambil menghardik. Lalu beberapa oknum yang lain memiting leher dan tangan Eka guna merebut handphone-nya.

Oknum ormas memaksa Eka menghapus semua foto di lokasi, dan menyeretnya hingga belasan meter menjauh dari kerumunan massa tersebut. Akibat kejadian itu, Eka mengalami memar di bagian tangannya, dan tak melanjutkan kerja jurnalistiknya di lokasi.

Atas intimidasi dan kekerasan itu, Eka didampingi komunitas wartawan di Tangsel membuat laporan ke Mapolres Tangsel dengan nomor : TBL/1403/K/XII/2019/SPKT Res Tangsel, Rabu 4 Desember, pukul 01.05 WIB. Para pelaku diancam dengan Pasal 351 KUHP tentang penganiayaan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini