nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Berusaha Rebut Senjata Polisi, Pengedar Narkoba Ditembak Mati

Muhamad Rizky, Jurnalis · Rabu 04 Desember 2019 15:51 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 12 04 338 2137913 berusaha-rebut-senjata-polisi-pengedar-narkoba-ditembak-mati-eqgZWytZmW.jpg Ilustrasi (Dok. Okezone)

JAKARTA - Polisi menembak mati seorang pengedar narkoba berinisial M alias A jaringan Palembang-Jakarta. Tersangka terpaksa dilumpuhkan dengan timah panas petugas lantaran berusaha merebut senjata.

Kabis Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus mengatakan, pengungkapan kasus tersebut berawal dari laporan masyarakat bahwa ada peredaran narkotika jenis sabu. Polisi kemudian meringkus M di depan Gedung Balai Sudirman, Jakarta Selatan.

"TKP di depan Gedung Balai Sudirman," kata Yusri di Rumah Sakit Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur, Rabu (4/12/2019).

Ilustrasi sabu

Dalam penangkapan itu polisi mengamankan barang bukti berupa sabu seberat 900 gram dari. Polisi kemudian melakukan pengembangan dan membawa tersangka ke kediamannya di Kebon Nanas, Jakarta Barat.

Dirumah tersebut petugas kembali menemukan barang bukti sabu sekitar 2,25 kilogram. "Total 3,237 kilogram," tambah Yusri.

Belakangan diketahui tersangka hanya sebagai pengedar yang diberi upah oleh pemilik barang haram tersebut. Pelaku kemudian diminta untuk menunjukkan lokasi pemilik dari narkoba itu.

Namun saat menunjukkan lokasi pelaku berusaha melarikan diri dan merebut senjata sehingga harus di tembak oleh petugas.

"Pada saat pengembangan menunjukan kepemilikan barang itu. M menyebut beberapa tempat tapi tidak ada yang tepat. Di tempat ketiga pelaku inisial M sempat merebut senjata dari petugas dan akhirnya dengan prosedur SOP yang ada pelaku M alias A berhasil kita lumpuhkan dan tertembak sehingga meninggal dunia, saat dibawa ke RS Kramat Jati meninggal dunia," tuturnya.

Baca Juga : Polisi Tingkatkan Pengamanan di Monas Pasca-Ledakan

Pelaku sendiri dibayar Rp20 juta oleh pemilik barang haram tersebut untuk setiap pengiriman 1 kilogram sabu. Adapun dalam mengedarkan narkoba tersebut, pelaku membungkus dengan kemasan teh Cina dan plastik klip.

Saat ini polisi masih berusaha memburu pemilik narkoba tersebut. Polisi juga telah memaskkannya dalam Daftar Pencarian Orang (DPO).

"Dia mendapat upah skitar Rp20 juta untuk setiap pengiriman 1 kilogram. Bahkan kontrakan untuk M dibayarkan oleh DPO sekitar Rp10 juta," tutupnya.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini