nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Polisi Batal Tutup Jalan Simpang Gaplek Tangsel

Hambali, Jurnalis · Rabu 04 Desember 2019 22:00 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 12 04 338 2138071 polisi-batal-tutup-jalan-simpang-gaplek-tangsel-pSdFVHFGrJ.jpeg Ilustrasi (Foto: Okezone)

TANGSEL - Pihak kepolisian memastikan rencana penutupan jalan di simpang Gaplek, Ciputat, Tangerang Selatan (Tangsel), pada 5 Desember 2019 hingga April 2020 mendatang, batal dilakukan. 

Informasi sebelumnya, jalan di simpang gaplek akan ditutup lantaran pengerjaan proyek flyover Simpang Gaplek menghubungkan beberapa wilayah, seperti Jalan Setia Budi Pamulang-Pondok Cabe, dan Ciputat-Parung.

Kasatlantas Polres Tangsel, AKP Bayu Marfiando, mengatakan, pihaknya telah mengecek ke lokasi dan mengamati pergerakan arus lalu lintas. Kesimpulannya, penutupan jalan di Simpang Gaplek dibatalkan.

"Jadi sudah saya tegaskan, kenyataannya tidak bisa dimulai tanggal 5. Karena itu jalurnya harus dilebarin dulu. Jadi itu nanti bukan penutupan, sebenarnya kan pengerjaannya di tengah, khusus flyover, tapi jalannya masih bisa lewat pinggirnya," ujarnya kepada Okezone, di Mapolres Tangsel, Rabu (4/12/2019).

Baca Juga: Sempat Memanas, R-APBD 2020 Kota Tangsel Ditetapkan Rp3,9 Triliun 

Pemberitahuan penutupan simpang gaplek sebelum dibatalkan

Berdasarkan data yang diketahui, flyover Gaplek akan dibangun dengan panjang sekira 980 meter. Disebutkan jika rancangannya nanti bakal menyerupai flyover Pattarani di Bandung. Titik flyover dimulai dari gedung PLN Ciputat, hingga pool taksi di Jalan M Toha, Pamulang Timur.

Lebar Right Of Way (ROW) dari jalur arah Parung menuju Ciputat sekira 35 meter, dari sebelumnya yang hanya 16 meter. Sedangkan lebar ROW ke arah Pondok Cabe Udik dan Setia Budi Pamulang menjadi sekira 17 meter.

Menurut Bayu, jika proyek pengerjaan flyover Gaplek dimulai, maka pihaknya akan meminimalisir kepadatan kendaraan dengan melakukan rekayasa lalu lintas. Caranya, kata dia, memberlakukan U-Turn bagi pengendara yang melintas menuju Pondok Cabe-Setia Budi atau sebaliknya, dan Ciputat-Parung atau sebaliknya.

"Nanti kita berlakukan u-turn. Semua jalur jalan terus, karena lampu merah di simpang Gaplek nggak kita aktifkan. Hanya saja pengendara kita atur agar melalui u-turn itu. Tapi itu semua, kita berlakukan setelah jalan sudah diperlebar," kata Bayu.

"Posisi di tengah-tengah simpang Gaplek kan ditutup, jadi misal ada kendaraan dari Setia Budi (Pamulang) menuju Pondok Cabe, maka dia harus ambil ke kiri dulu, lalu disiapkan u-turn di sana untuk berputar. Begitupun sebaliknya," tambahnya.

Namun begitu, Bayu tak menepis bahwa kepadatan kendaraan tetap akan terjadi di sekitar u-turn yang dibuat. Mengatasinya, pihak kepolisian mengerahkan sejumlah personil guna mengatur kelancaran lalu lintas di sekitar Simpang Gaplek.

"Pasti tetap ada dampaknya, tapi kita menyiapkan petugas guna mengatur kelancaran di sana," ujar Bayu.

Proyek pengerjaan flyover simpang Gaplek dikerjakan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Total dana APBN yang digunakan mencapai Rp98,461 miliar, dengan nilai kontrak Rp79,919 miliar.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini