Gerindra-Demokrat Minta Pemprov DKI Tutup Rumah Potong Babi di Jakbar

Fadel Prayoga, Okezone · Rabu 04 Desember 2019 23:00 WIB
https: img.okezone.com content 2019 12 04 338 2138076 gerindra-demokrat-minta-pemprov-dki-tutup-rumah-potong-babi-di-jakbar-EueQlV7k0E.jpg DPRD DKI (Foto: Okezone/Fadel Prayoga)

JAKARTA - Fraksi Partai Gerindra dan Demokrat DPRD DKI Jakarta meminta Pemprov DKI untuk menutup keberadaan Rumah Pemotongan Hewan (RPH) Babi yang berlokasi di Kapuk, Jalan Peternakan, Kapuk, Jakarta Barat.

Sekretaris Fraksi Partai Gerindra DPRD DKI Jakarta, Purwanto menyebut RPH babi itu dikeluhkan warga sekitar lantaran kerap menimbulkan limbah dan bau tidak sedap

"Semestinya ditutup karena sudah bertentangan dengan Perda DKI Nomor 4 Tahun 2007 tentang pengendalian pemeliharaan dan peredaran unggas," kata Purwanto saat menyampaikan pandangan umum fraksi-fraksi terhadap Raperda tentang APBD DKI Tahun 2020 di Gedung DPRD, Jakarta Pusat, Rabu (4/12/2019).

Baca Juga: Pemprov DKI Baru Menjual Rumah DP 0 Rupiah Sebanyak 100 Unit 

DPRD DKI Jakarta Foto Fadel Prayoga

Purwanto menyesalkan salah satu BUMD yang mengelola RPH itu, yakni PT Dharma Jaya, tidak menyesuaikan dengan aturan yang ada. "Jika pelaku usaha saja sudah dilarang jika bertentangan dengan perda tersebut, mengapa PT Darma Jaya selaku BUMD tidak menyesuaikan," ujarnya.

Menurut dia, permintaan itu cukup relevan. Sebab, babi yang dipotong hanya sedikit setiap harinya, yaitu sekira 200 ekor atau untuk menyuplai 10 persen saja kebutuhan babi di Ibu Kota.

Hal senada disampaikan Fraksi Demokrat. Ketua Fraksi Demokrat, Desie Christhyana Sari mendukung RPH babi ditutup lantaran banyak dikeluhkan warga sekitar Kapuk. "Kita meminta agar rumah potong babi di daerah Kapuk Jakarta Barat segera ditutup karena meresahkan warga," katanya.

Baca Juga: PKS Masih Berharap Raih Kursi Wagub DKI Jakarta

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini