BPRD DKI Buru 1.100 Mobil Mewah yang Masih Tunggak Pajak

Sarah Hutagaol, Okezone · Jum'at 06 Desember 2019 15:22 WIB
https: img.okezone.com content 2019 12 06 338 2138774 bprd-dki-buru-1-100-mobil-mewah-yang-masih-nunggak-pajak-K8oopSIN5B.jpg Ilustrasi pajak (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Sebanyak 1.100 mobil mewah sedang gencar diburu pihak Badan Pajak Retribusi Daerah (BPRD) DKI Jakarta untuk menyelesaikan kewajibannya membayar pajak sebelum masa tenggang waktu pada 31 Desember 2019.

"Sebenarnya dari total data awal per-September itu ada 1.500 an ini kan tiap hari kita update dengan cara razia. Tadi terakhir tinggal 1.100 an lah yang belum kita identifikasi," ucap Kepala Humas BPRD DKI Mulyo Sasungko saat dihubungi, Jumat (6/12/2019).

Baca Juga: Mobil Mewah Lamborghini hingga Audi Tunggak Pajak Miliaran Rupiah 

Lebih lanjut, Mulyo menjelaskan dari jumlah kendaraan yang masih menunggak pajak tersebut diperkirakan mencapai Rp37 miliar. Sedangkan saat ini, pihaknya terus melakukan penertiban hingga door-to-door.

"Potensi penerimaannya sekitar Rp37 miliar yang belum bayar tadi yah. Yang sudah membayar sekitar Rp13 miliar," ungkapnya.

Ilustrasi Foto: Ist

Dalam hal menindaklanjuti kendaraan yang belum bayar pajak, BPRD memiliki kesulitan, yakni objek penertiban merupakan barang yang bergerak. Maka, terkadang terdapat data yang tak sama dari mulai BPKB hingga STNK, sehingga pihaknya meminta warga lebih kooperatif.

"Ya kalau jenis objeknya sendiri kalau kendaraan mobile yah bergerak itu yang perlu kita untuk mendeteksi apalagi alamat yang tercantum dalam kami sesuai dengan kami yang di STNK itu juga kalau enggak jelas akan susah dideteksi, makanya kemarin kami coba langsung yang mudah dulu kita kerjakan yaitu di sekitar penjaringan," ujar Mulyo.

"Nah, itu kita jalankan razia door to door untuk alamat yang jelas dulu karena di database juga banyak yang enggak pas ya itu sambil jalan kita akan coba deteksi," tambahnya.

Baca Juga: Pajak Mobil Tak Lagi Berdasarkan Kapasitas Mesin, Ini Penjelasannya 

Diberitakan sebelumnya, untuk menagih pajak kendaraan dari mobil mewah yang masih menunggak, BPRD memiliki strategi dengan menempelkan stiker bagi para penunggak pajak.

Kepala BPRD Faisal Syafruddin mengatakan, sedang mengejar target pembayaran pajak sebesar Rp44,54 triliun. Salah satu yang dikejar adalah penerimaan PKB yang saat ini jumlah tunggakannya sekira Rp2 triliun.

"Tidak hanya mobil mewah, seluruh mobil yang menunggak di DKI jakarta akan kita tempelin stiker," kata Faisal di Gedung DPRD, Jakarta Pusat, Kamis 5 Desember 2019.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini