nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Penjelasan Sekolah di Tangsel soal 2 Siswi Dilarang Ujian karena Tunggak SPP

Hambali, Jurnalis · Jum'at 06 Desember 2019 22:00 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 12 06 338 2138973 penjelasan-sekolah-di-tangsel-soal-2-siswi-dilarang-ujian-karena-tunggak-spp-6d0S88o5HX.jpg Sekolah Taruna Mandiri (Foto: Hambali)

TANGSEL - Pihak SMP Taruna Mandiri memberikan klarifikasi terkait dua siswi yang tak dapat mengikuti ujian semester karena menunggak bayar uang sekolah atau SPP. Kedua siswi itu merupakan kakak-beradik, berinisial AF klas 9 dan AN kelas 8 SMP Taruna Mandiri.

Mereka tak dapat mengikuti ujian semester sejak Senin 2 Desember 2019 kemarin. Dikabarkan mereka tidak bisa ikut ujian karena tunggakan uang sekolah senilai belasan juta rupiah yang harus dilunasi terlebih dahulu.

Kepala Sekolah SMP Siti Fariha dan Wakil Manajemen Bidang Kepegawaian Anik Diah Quraniawati pun memberikan penjelasan.

"Sudah kami selesaikan secara kekeluargaan. Kita sudah ke orangtuanya, dan hari ini sudah masuk seperti biasa," ujar Anik Diah Quraniawati saat ditemui Okezone, Jumat (6/12/2019).

Baca Juga: Tunggak Uang Sekolah, 2 Siswi Berprestasi di Tangsel Dilarang Ujian 

Baik AF dan AN memang hari ini telah masuk mengikuti ujian semester. Okezone sempat menjumpainya di gerbang sekolah saat jam ujian selesai. Wajah ceria nampak terlihat dari keduanya yang tengah asyik berbincang dengan teman sekelas.

Sekolah Taruna Mandiri Foto Hambali

Pihak sekolah membantah, jika AF dan AN tak ikut ujian sejak Senin hingga Rabu kemarin lantaran menunggak pembayaran. Lantas dikatakan, keduanya tak ikut ujian semester disebabkan sedang sakit di rumah.

"Waktu itu kita hubungi, jawaban dari orangtua bilang, iya enggak apa-apa miss (Kepsek), anaknya lagi di rumah aja. Nanti insya allah besok mau sekolah, lagi kurang enak badan," ujarnya.

Pihak sekolah juga membantah, soal informasi yang menyebut ditolaknya keinginan orangtua korban yang datang menjaminkan surat tanah, sebagai pengganti sementara bayaran yang menunggak.

"Karena itu sebagai bentuk pertanggungjawaban orangtua, bagaimana pun kita sebagai orangtua enggak bisa lepas tanggung jawab dong. Untuk apa? untuk apa? (jaminkan sertifikat) sekolah mempunyai kepercayaan sama orang tua, nggak perlu segitunya. Masih bisa diselesaikan dengan cara baik-baik," tutur Anik.

Pihak sekolah sendiri mengakui, bahwa mereka langsung mendatangi kediaman orangtua AF dan AN di Vila Pamulang, Jalan Ganesha 1, Blok UC Nomor 7 Pondok Benda, Pamulang, Kamis 5 Desember 2019 sore. Dalam pertemuan, kedua siswi berprestasi itu diminta untuk masuk kembali mengikuti ujian sekolah.

"Kita pagi ke sana, tapi tidak bertemu. Lalu sore hari kita ke sana lagi, dan akhirnya bertemu. Memang nggak ada masalah sebelumnya," ucap Anik.

Sebelumnya, FW, ibu dari kedua siswi tersebut membeberkan berulang kali menemui pihak sekolah guna mendapat kebijakan agar kedua putrinya bisa tetap menjalani ujian semester. Namun usaha itu sia-sia.

Pihak sekolah, menurut FW, menyebutkan bahwa AF dan AN terpaksa harus di "rumahkan" sementara sampai pembayaran tunggakan diselesaikan. Saking nekat agar anaknya tetap bisa ujian, FW terakhir mendatangi sekolah pada Jumat 29 November 2019 sambil membawa surat tanah sebagai jaminan.

Dibeberkan FW, pihak sekolah tetap menolak dan bersikukuh agar AF dan AN dirumahkan sementara. Karena tak ada jalan keluar, maka pada saat ujian semester yang dimulai Senin 2 Desember kemarin, kakak-beradik itu hanya pasrah berada di rumah.

Kondisi demikian cukup membuat miris, karena sebenarnya baik AF dan AN memiliki prestasi gemilang. Keduanya selalu juara di kelas, bahkan AF menjadi juara umum di sekolah. Prestasi keduanya terpampang jelas di mading sekolah.

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Tangsel telah mengutus staf menemui pihak sekolah Tunas Mandiri. Kabid SMP Disdikbud, Muslim, menegaskan, bahwa sekali pun sekolah Tunas Mandiri dikelola swasta. Namun harus mengikuti ketentuan yang ada, termasuk tak boleh melarang siswa yang menunggak untuk mengikuti ujian.

"Kita selesaikan, nanti kita cek dulu. Kalau memang sampai ada pelanggaran seperti itu, maka akan kita tegur, bertahaplah," kata Muslim dikonfirmasi terpisah.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini