nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Selebaran DPO Pelaku Persekusi terhadap Banser NU di Jaksel Hoaks

Muhamad Rizky, Jurnalis · Rabu 11 Desember 2019 14:00 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 12 11 338 2140596 selebaran-dpo-pelaku-persekusi-terhadap-banser-di-jaksel-hoaks-FRiQSpNUP7.jpg Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus (Foto: Okezone)

JAKARTA - Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, Kombes Yusri Yunus memastikan selebaran berisi daftar pencarian orang (DPO) pelaku persekusi terhadap anggota Barisan Ansor Serbaguna Nahdlatul Ulama (Banser NU) di Pondok Pinang, Jakarta Selatan, pada Selasa 10 Desember 2019 adalah hoaks.

"Polda Metro atau Polres Jakarta Selatan belum pernah mengeluarkan (informasi) DPO karena (kasus) ini masih disidik ya. Jadi, selebaran itu hoaks," Yusri saat dikonfirmasi wartawan, Rabu (11/12/2019).

Baca Juga: Santri ini Berhasil Bikin Berita Hoaks Penculikan Dirinya

Menurut Yusri, saat ini pihaknya masih melakukan penyelidikan dengan mengumpulkan barang bukti dan memeriksa sejumlah saksi. "Kasus itu masih diselidiki di Polres Selatan ya, masih mencari alat bukti dan saksi-saksi lain. Jadi belum ada penetapan tersangka dan masih penyidikan," tambahnya.

Diketahui, dalam selebaran tersebut disampaikan bahwa dikeluarkan Polda Metro Jaya. Di dalamnya juga terdapat sebuah nomor telepon untuk dihubungi jika masyarakat mengetahui keberadaan orang dalam foto itu.

"Mr X pelaku persekusi Banser NU di Pondok Pinang, Jakarta Selatan. Kejadian 10 Desember 2019 jam 15.00 WIB. Jika menemukan keberadaan orang ini, hubungi Humas Polda Metro Jaya 021 5234017," tulis keterangan dalam selebaran itu.

Baca Juga: AJI: Publik Harus Diajarkan Periksa Fakta dan Cerdas Mengonsumsi Berita 

Dugaan persekusi terhadap Banser NU

Dugaan persekusi itu disebarkan dalam bentuk video dan terlihat dipublikasikan akun Instagram nahdlatululama yang menggambarkan dua orang Banser NU dengan seorang pria. Kedua Banser itu dinterogasi atas keberadaannya di daerah tersebut.

Akun nahdlatululama pun membubuhkan caption terkait video tersebut:

Islam yang benar tidak mudah mengkafirkan. 

Peristiwa ini terjadi ketika acara pengajian Gus Muwafiq di daerah Cipadu, Tangerang. Lokasi peristiwa idi Pondok Pinang, Jakarta Selatan. Eko adalah Kader Banser kota Depok yang membanggakan, tidak emosional & menjawab dengan akhlaq terpuji. Sementara orang yang memaksa-maksa takbir ini, justru mencoreng wajah Islam dengan paksaan dan makian. Mari ber-Islam dengan cara yang benar, sesuai tuntunan para ulama, yang terjaga sanad ilmunya sampai kepada Nabi Muhammad SAW.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini