Puluhan Kontrakan di Tangerang Disegel karena Tak Miliki Jamban

Isty Maulidya, Okezone · Rabu 11 Desember 2019 14:40 WIB
https: img.okezone.com content 2019 12 11 338 2140623 puluhan-kontrakan-di-tangerang-disegel-karena-tak-miliki-jamban-8q2sVVxvxV.JPG Penyegelan kontrakan tanpa jamban di Tengrang (Foto: Okezone/Isty)

TANGERANG - Pemerintah Kota Tangerang, Banten menyegel puluhan Kontrakan tanpa jamban. Penyegelan tersebut merupakan tindak lanjut dari adanya laporan yang menyebut bahwa sebanyak 24 rumah kontrakan tidak memiliki jamban dan membuang kotoran di saluran air.

Kepala Bidang Penegakan Produk Hukum Daerah Satpol PP Kota Tangerang, Kaonang, mengatakan penyegalan sementara dilakukan dikarenakan kontrakan tersebut tidak memiliki fasilitas jamban bagi penghuni kontrakan.

"Pada intinya, kami melakukan penyegelan sementara sesuai dengan prosedur, karena ini juga untuk kebutuhan dan kesehatan warga sekitar," tegas Kaonang.

Sementara itu, Camat Karawaci Tihar Sopian menjabarkan bahwa pemilik usaha kontrakan saat ini telah melakukan penandatanganan surat perjanjian pembangunan jamban bagi penghuni kontrakan. Pembuatan jambam juga sudah dilakukan dan akan berada di bawah pengawasan camat Karawaci.

Kontrakan Jamban (Isty)

"Saat ini sedang dilakukan penggalian, lokasinya tepat di depan kontrakan. Saya akan terus mengawasi dan memastikan akan selesai dalam waktu satu minggu," jelasnya.

Untuk mengantisipasi keperluan kebersihan penghuni kontrakan, Pemkot Tangerang akan mengirimkan dua unit toilet portable yang bisa dipergunakan penghuni kontrakan selama proses pembangunan jamban berlangsung.

"Kami sudah berkoordinasi dengan Dinas Perkim, nanti akan dikirimkan kesini, sebagai pengganti WC sementara selama pembuatan jamban," ujarnya.

Sementara itu, pemilik usaha kontrakan, Winata, mengakui kesalahannya serta memohon maaf kepada warga sekitar atas tidak tersedianya fasilitas jamban bagi penghuni kontrakan yang dikelolanya.

"Saya mohon maaf pada warga sekitar dan pihak pemerintah, saya berjanji akan menyelesaikan secepat mungkin," ungkapnya.

Sebelumnya, warga kelurahan Koang Jaya, kecamatan Karawaci diresahkan oleh adanya kotoran manusia yang memenuhi saluran air. Hal tersebut mengganggu aktivitas warga sekitar dan sudah berlangsung lama, namun tidak ditanggapi oleh RT dan RW setempat. Pemilik kontrakan mengaku belum memiliki dana untuk membuat jamban sehingga membiarkan penghuni kontrakannya membuang sisa-sisa aktivitas mandi, cuci, dan buang air ke saluran air.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini