nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Luthfi Pembawa Bendera Merah Putih Didakwa Pasal Berlapis

Sarah Hutagaol, Jurnalis · Kamis 12 Desember 2019 18:52 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 12 12 338 2141222 luthfi-pembawa-bendera-merah-putih-didakwa-pasal-berlapis-6LGQYhL7ay.jpg Luthfi pembawa bendera merah putih saat demo di DPR jalani sidang perdana (Foto : Okezone.com/Sarah)

JAKARTA - Luthfi Alfiandi demonstan pembawa bendera merah putih yang sempat viral di media sosial mendapatkan dakwaan berlapis karena dugaan kekerasan dan melawan aparat negara yang sedang menjalankan tugas.

Jaksa penuntut umum (JPU) Andri Saputra menjerat Lutfi dengan pasal berlapis yakni Pasal 212 KUHP juncto Pasal 214 KUHP atau Pasal 170 ayat (1) KUHP atau Pasal 218 KUHP.

Luthfi membawa merah putih saat demo jadi viral (Foto : Twitter)

Pasal 212 mengatur pidana bagi setiap orang melakukan kekerasan atau ancaman kekerasan melawan pejabat yang menjalankan tugas dengan ancaman pidana maksimal 1 tahun empat bulan.

Ia menyebut pada saat itu polisi berusaha membubarkan Lutfi dan peserta unjuk rasa pukul 18.30 WIB. Namun pada pukul 19.30 WIB, Lutfi dan demonstran lainnya datang kembali ke belakang Gedung DPR dengan jumlah yang lebih banyak.

“Mereka melakukan demo disertai penyerangan kepada kepolisian dengan melempar batu, botol air mineral, petasan, dan kembang api,” ucap Andri di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Kamis (12/12/2019).

Adapun, Pasal 214 ayat 1 berbunyi paksaan dan perlawanan berdasarkan Pasal 211 dan 212 jika dilakukan oleh dua orang atau lebih dengan bersekutu, diancam dengan pidana penjara paling lama 7 tahun.

Pasal 170 KUHP mengatur tentang kekerasan terhadap orang atau barang dengan ancaman beragam mulai dari maksimal 5 tahun enam bulan hingga 12 tahun.

Baca Juga : Ini Penjelasan Nadiem Makarim soal Sistem Asesmen Pengganti UN

Sedangkan, Pasal 218 KUHP mengatur mengenai barang siapa yang dengan sengaja tidak pergi setelah diperintah tiga kali, saat ada kerumunan. Keikutsertaan itu diancam dengan pidana penjara paling lama 4 bulan dua minggu.

Sekadar diketahui sidang Luthfi akan dilanjutkan pada 18 Desember 2019 dengan agenda pembuktian dan pemeriksaan saksi yang akan dihadirkan oleh JPU.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini