Ibu di Karawang Bunuh Bayinya Lalu Buang Mayat ke Tempat Sampah

Mulyana, Okezone · Jum'at 13 Desember 2019 22:02 WIB
https: img.okezone.com content 2019 12 13 338 2141669 ibu-di-karawang-bunuh-bayinya-lalu-buang-mayat-ke-tempat-sampah-OMW1ZBHrMv.jpg (Foto: Okezone.com/Mulyana)

KARAWANG – Seorang ibu berinisial ET alias NY (40), warga Dusun SimparRT 001/003, Desa Kutaraharja, Kecamatan Banyusari, Karawang tega membunuh bayinya sendiri. Bayi berjenis kelamin laki-laki dilempar ke tempat sampah, lalu jasadnya ditutupi jerami padi.

Kasat Reskrim Polres Karawang AKP Bimantoro Kurniawan mengatakan, kasus tersebut terungkap pada 23 Oktober 2019. Saat itu, warga menemukan jasad bayi laki-laki di tempat sampah. Bayi tersebut sudah mulai membusuk dan dikerumuni semut.

"Jasad bayinya, ditutupi jerami padi. Kasus penemuan bayi itu, lalu dilaporkan ke kita. Sejak saat itu, kita melakukan penyelidikan," ujar Bimantoro, saat konferensi pers, Jumat (13/12).

Belum lama ini, anggotanya menemukan titik terang mengenai pelaku pembuangan bayi tersebut. Adalah ET yang merupakan seorang janda. Pelaku ditangkap di rumahnya tanpa perlawanan.

Ilustrasi. (Foto: Istimewa)

Kepada penyidik, pelaku mengakui jika dia telah membunuh anak hasil hubungan gelap dengan kekasihnya itu.

Ada dua alasan pelaku membunuh darah dagingnya. Pertama pelaku malu Karena punya anak hasil hubungan gelap. Pelaku juga berupaya menggugurkan kandungannya saat tahu hamil, namun gagal. Saat persalinan, ET melahirkan sendiri dan memutus tali ari-ari sendiri.

Setelah lahir, dia melemparkan bayi laki-laki itu ke tempat sampah. Lalu, jasad bayinya ditutupi jerami. Dengan harapan, tidak akan diketahui banyak pihak.

Alasan kedua dia membunuh anaknya karena ET dipusingkan dengan rentenir. Padahal yang meminjam uang adalah kekasih atau bapak biologis si bayi.

"Jadi, setiap hari ET ini ditagih rentenir. Padahal, uangnya yang memakai adalah kekasihnya," ujar Bimantoro.

Atas perbuatannya itu, pelaku dijerat pasal berlapis UU perlindungan anak Pasal 80 ayat 3 dan Pasal 341 KHUP. Dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara.

(qlh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini