Polda Metro Bongkar Proyek Perumahan Fiktif, 3.680 Orang Jadi Korban

Muhamad Rizky, Okezone · Senin 16 Desember 2019 16:43 WIB
https: img.okezone.com content 2019 12 16 338 2142530 polda-metro-bongkar-proyek-perumahan-fiktif-3-680-orang-jadi-korban-SWZW967m3s.jpg Polda Metro Jaya membongkar kasus penipuan proyek perumahan fiktif (Foto: Muhamad Rizky)

JAKARTA - Polda Metro Jaya membongkar kasus dugaan penipuan dan penggelapan dengan modus menawarkan rumah syariah murah tanpa riba. Tak tanggung-tanggung dalam kasus ini sebanyak 3.680 orang menjadi korban.

Kapolda Metro Jaya Irjen Gatot Eddy Pramono mengatakan, kasus penipuan tersebut sudah terjadi sejak 2017 hingga 2019. Para pelaku menawarkan untuk membangun rumah syariah murah.

"Menawarkan perumahan harga murah dengan iming-iming perumahan syariah. Harganya murah, tanpa riba, tanpa checking bank, sehingga masyarakat tertarik, ada 3.680 korban," kata Gatot saat konferensi pers Polda Metro Jaya, Senin (16/12/2019).

Baca Juga: Ditipu Arisan Online, Sejumlah Mamah Muda Geruduk Polres Serang Kota 

Para pelaku juga meyakinkan para pembelinya dengan membuat brosur, gathering, menjanjikan kondisi lahan, dan membuat contoh rumah. Alhasil, ribuan orang pun terpikat untuk membeli rumah tersebut.

"Masyarakat tertarik apalagi mereka menyampaikan menggunakan iming-iming, cara-cara menurut mereka perumahan syariah, padahal mau ambil keuntungan. Kerugian Rp40 miliar," tuturnya.

 Ilustrasi

Para korbannya, kata Gatot, dijanjikan sudah memiliki rumah pada Desember 2018 lalu, namun tak kunjung mendapat kejelasan bahkan para pelaku melarikan diri. Sehingga, para korban pun melapor ke pihak kepolisian.

Ada empat orang yang sudah ditangkap Polda Metro Jaya terkait kasus tersebut. Keempatnya yakni, berinisial MA (Komisaris PT Wepro Citra Sentosa); SW (Direktur Utama PT Wepro Citra Sentosa); CB (Direktur PT Global Muslim Property atau Madinah Property Indonesia selaku Marketing Agency PT Wepro Citra Sentosa), dan S istri dari MA.

"Kita mengamankan 4 orang, salah satunya suami istri, dia mengaku komisaris. Semuanya sudah ditahan," ujar Gatot.

Baca Juga: Polisi Bekuk Dua Penipu Modus Minta Sumbangan Buat Pesantren

Para Tersangka dikenakan Pasal 378 KUHP dan atau Pasal 372 KUHP dan atau Pasal 137 Jo Pasal 154, Pasal 138 Jo Pasal 45 Jo Pasal 55, Pasal 139 Jo Pasal 156, Pasal 145 Jo Pasal 162 UU RI Nomor 01 Tahun 2011 tentang Perumahan dan atau Pasal 3,4 dan 5 UU RI Nomor 08 Tahun 2010 tentang Tindak Pidana Pencucian Uang.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini