Puluhan Ular Termasuk King Kobra Ditangkap dalam Penyisiran di Tangerang Raya

Hambali, Okezone · Rabu 18 Desember 2019 02:03 WIB
https: img.okezone.com content 2019 12 17 338 2143189 puluhan-ular-termasuk-king-kobra-ditangkap-dalam-penyisiran-di-tangerang-raya-yVYY1Ex04U.JPG Seorang pawang memperlihatkan salah satu ular tangkapan mereka di Tangerang (Foto: Okezone.com/Hambali)

TANGSEL - Sebanyak 50 ular berbisa, termasuk di antaranya jenis king kobra berhasil ditangkap oleh aktivis Yayasan Ular Indonesia Sioux. Upaya itu dilakukan di berbagai wilayah Kota Tangerang Selatan, Kota Tangerang, hingga Kabupaten Tangerang mengantisipasi teror ular yang marak terjadi belakangan ini.

Puluhan ular berbisa itu berhasil terjaring dalam penyisiran selama 3 bulan terakhir. Bahkan yang terbaru, para pawang ular itu menyisir sejumlah lokasi perumahan di wilayah Serpong, Tangsel, Senin 16 Desember 2019, malam.

Pada penyisiran hingga larut malam itu, kembali ditangkap beberapa ekor ular mematikan, salah satunya jenis ular weling. Dengan kemampuan dan metode yang dikuasai, para aktivis menangkap ular untuk kemudian dipindahkan ke habitat yang jauh dari pemukiman warga.

"Tiga bulan terakhir lebih dari 50 ular kita tangkap di 15 perumahan," kata Muhamad Dzawil Arham kepada Okezone, Selasa 17 Desember 2019.

Menurutnya, beberapa waktu sebelumnya diamankan pula dua ekor ular king kobra di perumahan Serpong. Meski begitu, warga diimbau tak panik lantaran keberadaan ular di sekitar pemukiman adalah hal biasa.

Ular Weling

"Fenomena ini bukanlah hal luar biasa, sehingga masyarakat tidak perlu panik dan tidak termakan dengan istilah teror. Sebab keberadaan ular di sekitar area pemukiman adalah hal yang biasa, karena ular bagian dari rantai makanan yang berarti salah satu kunci dari keseimbangan ekosistem," bebernya.

Umumnya dari seluruh ular yang berhasil diamankan itu merupakan jenis king kobra dan ular hijau buntut merah. Meski ada pula dari jenis lain seperti kobra jawa (Naja Sputatrix), ular pucuk (Ahaetulla Prasina), ular cicak (Lycodon Capucinus), ular weling (Bungarus Candidus).

"Lebih ke king kobra dan ular hijau buntut merah. Itu yang banyak kita dapat selama ini," terangnya.

Menurut pria yang akrab disapa Gaja itu, masyarakat tak perlu khawatir dengan banyak ditemukannya ular kobra di beberapa wilayah belakangan ini. Dia menjelaskan, ular memang kerap nomaden dan tidak bersarang, dan biasanya sering ditemukan di pepohonan, retakan pondasi atau tembok, di bawah tumpukan barang, sampah, genteng, dan juga aliran air.

"Bermukimnya ular-ular berbisa ke area perumahan warga merupakan hal biasa, agar ular tetap bisa berlindung dari panas atau dari musuhnya, selain juga alasan si ular mencari makan. Yang jadi masalah adalah, kenapa dia bisa ditemukan dalam waktu yang cukup lama di wilayah permukiman. Itu dikarenakan pemukiman warga itu memilki tempat-tempat yang cocok," lanjutnya.

Karena lanjut dia, ular akan bertahan lama di suatu tempat, selama kebutuhan hidupnya terpenuhi. Selain dimungkinkan juga ular-ular itu menyelinap di rumah yang memiliki tempat yang disukai ular untuk bersarang.

"Bisa dengan cara membersihkan tempat tinggal kita, agar ular tidak nyaman dan si mangsanya tidak bersembunyi di tempat tersebut. Karena kalau bersih, ketika mereka datang itu mudah dideteksi," tandasnya.(put)

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini