nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Warga Digigit Ular Kobra, LPBHNU Desak Pemkot Depok Tanggung Biaya Pengobatan

Abu Sahma Pane, Jurnalis · Kamis 19 Desember 2019 14:06 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 12 19 338 2143810 warga-digigit-ular-kobra-lpbhnu-desak-pemkot-depok-tanggung-jawab-3JxTBTsPMj.jpg Ilustrasi. Foto: Travelindiasmart

TEROR ular kobra dialami warga Kota Depok, Jawa Barat. Fenomena kemunculan hewan berbisa ini ke permukiman warga semakin menjadi sorotan karena sudah memakan korban.

Diketahui sudah delapan bocah dilarikan ke rumah sakit karena diggit ular kobra, salah satunya Rifqi Achmad Syaputra yang dipatok hewan berbisa tersebut di teras rumahnya di Jalan Kemiri Jaya, Gang Sepakat, Beji, Tanah Baru, Kota Depok.

Sementara itu Ketua Lembaga Penyuluhan dan Bantuan Hukum Nahdlatul Ulama (LPBHNU) Kota Depok, Muhtar Said mengatakan, pihaknya menerima beberapa aduan dari warga terkait dengan isu menyebarnya ular kobra. Namun belum ada respons yang membuahkan hasil dari pemerintah setempat.

"Belum ada respons yang siginifikan yang dilakukan oleh Pemkot Depok dalam menangani teror ini. Padahal, dalam hal ini Pemkot memiliki wewenang untuk melakukan tindakan langsung (fietelij handeling) berupa perintah kepada jajarannya supaya melakukan tindakan yang signifikan," ujar Muhtar Said.

Ilustrasi. Foto: Istimewa

Menurutnya, sebenarnya selama ini warga banyak melakukan gotong royong untuk meminimalisir menyebarnya ular kobra di lingkungan mereka. Gotong royong yang dilakukan itu seharusnya dibarengi dengan tindakan Pemkot Depok karena memiliki aparatur yang lengkap.

"Namun sampai saat ini belum ada langkah pasti yang dilakukan oleh Pemerintah Kota Depok," ucap Muhtar.

Apabila Pemkot Depok belum juga melakukan tindakan untuk menghilangkan teror ular kobra, ia bisa dinyatakan telah melakukan Perbuatan Melawan Hukum (PMH).

"Hal itu dikarenakan Pemkot mempunyai kebijakan atau tindakan, namun tidak melaksanakan kewenangannya, sehingga menyebabkan kerugian bagi orang lain," ucap Muhtar.

Teror ular kobra, sebut Said, jelas merugikan warga Depok karena keselamatan mereka tidak terjamin. Aktivitas keseharian mereka juga dapat terganggu, dan ini bisa berdampak pada kerugian imaterial maupun materil.

Karena itu, LPBHNU Kota Depok mendesak Pemkot untuk memerintahkan jajarannya untuk turun ke lingkungan agar memeriksa dan membersihkan ular kobra.

Selain itu Muhtar Said juga meminta Pemkot Depok bertanggung jawab, yakni menanggung biaya pengobatan apabila warganya tergigit ular kobra.

Selain itu, Pemkot Depok harus meningkatkan kemanan dan ketenangan masyarakat dengan cara edukasi bahaya dan cara menghadapi ular kobra, serta mnanggulangi dampak kerusakan lingkungan yang ada di Kota Depok. Demikian dikutip dari laman Nahdatul Ulama pada Kamis (19/12/2019).

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini