Cegah Abrasi Laut, Ini yang Dilakukan Pemprov DKI

Fadel Prayoga, Okezone · Sabtu 21 Desember 2019 16:55 WIB
https: img.okezone.com content 2019 12 21 338 2144667 cegah-abrasi-laut-ini-yang-dilakukan-pemprov-dki-nZcaJluX7P.jpeg Ilustrasi (Dok Okezone)

JAKARTA – Guna mencegah abrasi di kawasan pesisir Jakarta Utara, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta melakukan penanaman bibit tanaman mangrove sebanyak 5.000 di Kawasan Ekowisata Mangrove Pantai Indah Kapuk.

Abrasi adalah proses pengikisan pantai oleh tenaga gelombang laut dan arus laut yang bersifat merusak. Abrasi biasanya disebut juga erosi pantai. Kerusakan garis pantai akibat abrasi ini dipacu terganggunya keseimbangan alam daerah pantai tersebut.

Wakil Wali Kota Jakarta Utara (Jakut), Ali Maulana Hakim mengatakan pihaknya menanam mangrove pada Jumat (20/12/2019) lalu agar pantai Jakarta tetap terjaga dari bahaya abrasi, sehingga wilayah pesisir bisa terus terjaga keasliannya.

"Kami akan terus jaga pantai di Jakarta Utara dari bahaya abrasi," ujarnya dalam keterangannya, Sabtu (21/12/2019).

Ia mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama menjaga keaslian pantai di Jakut. Itu karena tanggung jawab untuk menjaga lingkungan tak hanya dilimpahkan ke pemerintah.

"Semoga bukan hanya jadi contoh masyarakat Jakarta, tapi perusahaan lainnya," ujarnya.

Ilustrasi (Ist)

Sementara itu, Sekretaris Perusahaan Bank DKI Herry Djufraini menyampaikan penanaman mangrove tersebut merupakan programnya. Ia menyebut penanaman bibit mangrove di wilayah Jakut ini merupakan salah satu cara menekankan keseimbangan antara sosial, ekonomi, dan lingkungan hidup.

"Kami berharap program ini dapat memberikan manfaat bagi peningkatan kualitas lingkungan hidup di DKI Jakarta” katanya.

Ia mengaku pihaknya telah menanam mangrove di Taman Nasional Mangrove yang berada di Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu, Jakarta Utara sebanyak 10.000 bibit pada 2017.


Baca Juga : 2 Kilometer Jalan Nasional di Pangandaran Terdampak Abrasi

Sebagai informasi, penanaman pohon mangrove atau dikenal sebagai pohon bakau dapat membantu kota mendapatkan air dan udara yang bersih. Hutan mangrove juga berfungsi sebagai pemecah gelombang laut secara alami di sepanjang pantai utara Jakarta dan menambah ruang terbuka hijau. Selain itu, mangrove turut mengurangi emisi gas rumah kaca.

Baca Juga : Diterjang Gelombang Tinggi, Abrasi di Pantai Selatan Gunungkidul Meluas

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini