nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Tergencet Macet di Tol Layang Jakarta-Cikampek

Qur'anul Hidayat, Jurnalis · Senin 23 Desember 2019 07:32 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 12 22 338 2144936 tergencet-macet-di-tol-layang-jakarta-cikampek-GGPjbFakO4.jpg Tol Japek. (Foto: Okezone.com/Wisnu Yusep)

KEMACETAN parah terjadi di Tol Jakarta-Cikampek saat libur Natal dan Tahun Baru 2020. Padatnya kendaraan bahkan membuat polisi dua kali menutup akses masuk ke Tol Layang Japek II.

Kondisi ini tentu menjadi perhatian publik. Terlebih, keberadaan Tol Layang Japek II diyakini mampu mengurai kemacetan di jalur tersebut.

Macet parah terjadi pada Sabtu 21 Desember 2019 atau H-4 Natal. Contraflow pun harus diberlakukan Pukul 08.20 WIB dari Km 47 hingga KM 61. Polisi juga menutup sementara akses masuk tol layang tersebut untuk mengurai kemacetan, yakni Pukul 12.00-12.10 dan 13.30-13.50 WIB.

Seorang pengguna tol layang, Agam mengaku kecewa dengan fakta ini. Pasalnya, dia membayangkan perjalanan yang lancar dan cepat dengan adanya jalur atas Tol Japek. Akibat macet, waktu tempuh ke Karawang dari Jakarta memakan waktu 2 jam.

Agam juga tak bisa merasakan sensasi menggunakan jalan 'tol melayang' itu karena macet membuatnya tak bisa memacu kendaraan.

Ilustrasi. (Foto: Okezone)

Kondisi ini diperparah dengan sejumlah kendaraan yang mengalami masalah teknis sehingga harus menepi ke pinggir tol. "Ada sekitar tiga mobil yang mengalami masalah teknis di tol layang, ada satu mobil yang telah ditangani petugas. Dengan kondisi tol layang seperti ini evakuasi mobil tentu berjalan lama karena petugas yang diterjunkan membantu berasal dari Gerbang Tol Cikunir," kata Agam saat dihubungi Okezone, Sabtu (21/12).

Karenanya bagi setiap pengemudi yang ingin melintasi tol layang japek, ada baiknya memastikan kendaraan dalam kondisi prima. Selain itu diperlukan kesiapan bahan bakar.

Tak hanya itu, pengendara juga harus prima karena tak ada rest area di tol layang. Dalam kondisi macet, tak jarang ada beberapa pengemudi yang nekat berhenti di bahu jalan untuk buang air kecil di atas tol layang.

Ilustrasi. (Foto: Okezone)

Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi memperkirakan, kemacetan di Tol Layang Japek II tak lepas dari rasa penasaranan masyarakat untuk mencoba tol yang belum lama ini diresmikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) itu. Selain itu, tol tersebut juga masih gratis.

Budi setuju dengan langkah polisi yang sempat menutup sementara akses masuk ke tol layang. Pasalnya, kata dia, jalan yang berada di ketinggian itu berisiko jika dibiarkan macet terlalu lama. Dikhawatirkan pengendara akan kelaparan dan pusing. Kemungkinan bahan bakar habis juga dikhawatirkan.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono juga angkat bicara terkait hal ini. Dia mengatakan kemacetan di tol Jakarta-Cikampek sepenuhnya kewenangan dari pihak kepolisian.

"Kalau macet itu urusan polisi, urusan pak Korlantas kan traffic management," ujarnya di Gedung BPPT, Jakarta Pusat, Sabtu (21/12).

Basuki memastikan konstruksi jalan tol Japek telah memenuhi standar keamanan. Sehingga, masyarakat tidak perlu khawatir hal tersebut.

Ilustrasi. (Foto: Okezone)

"Kan sudah aman ya, sudah uji laik fungsi uji beban. Sudah aman," ucapnya.

Titik Temu Jalur Atas dan Bawah

Berdasarkan pengamatan reporter Okezone, kemacetan di Tol Japek, baik di jalur bawah dan atas disebabkan oleh titik temu pintu keluar Tol Jakarta-Cikampek II dengan Tol Jakarta-Cikampek KM 48.

Untuk menghindari kemacetan hebat, pihak Jasa Marga memberlakukan contraflow. Contraflow sendiri diberlakukan mulai dari KM 47 hingga KM 61 mengarah Cikampek. Pemberlakukan contraflow, mulai dari KM 47 sampai dengan KM 61 arah Cikampek sejak Pukul 08.20 WIB.

Selain itu, kepadatan lalu lintas juga terjadi menjelang rest area di KM 50 arah Cikampek.

“Pemberlakuan contraflow merupakan diskresi kepolisian. Untuk mendukung kelancaran contraflow, Jasa Marga menyiagakan petugas dan penyiapan rambu-rambu,” kata Corporate Communication and Community Development Group Head PT Jasa Marga, Dwimawan Heru.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini