Anies Di-Bully soal Colosseum, DPRD DKI Minta Disparbud DKI Beri Penjelasan

Sarah Hutagaol, Okezone · Senin 23 Desember 2019 15:46 WIB
https: img.okezone.com content 2019 12 23 338 2145216 anies-di-bully-soal-colosseum-dprd-dki-minta-disparbud-dki-beri-penjelasan-hpnti5GBbH.jpg Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (Foto: Okezone)

JAKARTA - Komisi B DPRD DKI Jakarta menyayangkan soal kisruhnya pemberian dan pencabutan Penghargaan Adikarya Wisata 2019 untuk Diskotek Colosseum. Oleh karena itu, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI pun dipanggil.

Ketua Komisi B DPRD DKI Jakarta Abdul Aziz sebut banyak yang simpang siur dengan perkara penghargaan Colosseum. Bahkan, karena ketidakjelaskan itu, Gubernur DKI Jakarta di-bully di media sosial.

"Kayak seperti sekarang Gubernur misalnya itu kan di-bully di medsos di media dan sebagainya karena beliau penanggung jawab, dan itu wajar saja. Tapi komisi B juga dipertanyakan oleh masyarakat, padahal kita tidak dilibatkan," ucap Aziz di Gedung DPRD DKI Jakarta, Senin (23/12/2019).

Aziz
(Foto: Ketua Komisi B DPRD DKI Jakarta Abdul Aziz/Okezone)

Baca Juga: Pemprov DKI Berikan Penghargaan Adikarya Wisata ke Diskotek Colosseum

Oleh sebab itu, dalam diskusi tersebut, Komisi B DPRD DKI Jakarta meminta penjelasan kepada Disparbud DKI mengenai proses awal dari penghargaan Adikarya Wisata 2019 untuk Diskotek Colosseum.

"Iya, jadi kita ingin tahu prosesnya sebenarnya, dari awal proses seperti apa kemudian ketika penghargaan seperti apa, dan pasca penghargaan apa sih sebenarnya, kan penghargaan ini pasti akan memberikan dampak ekonomi," ungkapnya.

Usai rapat dengan Komisi B, Plt Disparbud DKI Sri Haryati menjelaskan ada kesalahan koordinasi pada jajaran Disparbud. Hal tersebut ialah hasil penelusuran Inspektorat DKI bahwa Kepala Bidang Industri Pariwisata Disparbud DKI Toni Bako telah mengeluarkan surat teguran kepada Colosseum sejak 16 Oktober.

Dalam surat teguran yang dilatarbelakangi hasil razia BNNP pada September lalu menyatakan bahwa pengunjung Colosseum terbukti menggunakan narkoba setelah dilakukannya pemeriksaan urin.

Namun sayangnya, surat teguran itu tidak tersampaikan kepada juri penilai penghargaan Adikarya Wisata. Ketika mengetahui adanya surat tersebut, penghargaan Adikarya Wisata untuk Colosseum dicabut.

"Kami mengakui bahwa di dinas pariwisata ada miskoordinasi. Memang pernah ada surat teguran terhadap industri pariwisata tersebut (Colosseum), tapi surat teguran itu tidak diberikan kepada tim penilai penganugerahan," jelas Sri.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini