Ini Alasan Pemprov DKI Tak Tutup Diskotek Colosseum

Fadel Prayoga, Okezone · Selasa 24 Desember 2019 09:08 WIB
https: img.okezone.com content 2019 12 24 338 2145469 ini-alasan-pemprov-dki-tak-tutup-diskotek-colosseum-NcNcYPhreS.jpg Plt Kadisparbud DKI Jakarta, Sri Haryati (foto: Okezone/Fadel P)

JAKARTA - Plt Kadisparbud Sri Haryati menjelaskan alasan pihaknya tak menutup Diskotek Colosseum, setelah pihak Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) menemukan 34 pengunjung positif menggunakan narkoba pada September lalu. Dia menyebut, para pengunjung menggunakan barang haram itu di luar, sebelum masuk ke tempat hiburan malam tersebut.

"Untuk penutupan, ada beberapa tahapan juga. BNNP menyatakan penggunaannya tidak di lokasi," ujar Sri kepada wartawan, Selasa (24/12/2019).

Baca Juga: Anies Di-Bully soal Colosseum, DPRD DKI Minta Disparbud DKI Beri Penjelasan 

Ilustrasi (foto: Shutterstock)

Sri mengaku, bakal melakukan penelusuran lebih lanjut untuk membuktikan pernyataan BNNP yang menyebut tidak ada transaksi jual beli narkoba di Colosseum.

"Kami tidak menerima begitu saja. Kita akan melakukan evaluasi lebih lanjut," ujarnya.

Sebelumnya, Komisi B DPRD DKI Jakarta menyayangkan soal kisruhnya pemberian dan pencabutan Penghargaan Adikarya Wisata 2019 untuk Diskotek Colosseum. Oleh karena itu, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI pun dipanggil.

Ketua Komisi B DPRD DKI Jakarta Abdul Aziz sebut banyak yang simpang siur dengan perkara penghargaan Colosseum. Bahkan, karena ketidakjelaskan itu, Gubernur DKI Jakarta di-bully di media sosial.

"Kayak seperti sekarang Gubernur misalnya itu kan di-bully di medsos di media dan sebagainya karena beliau penanggung jawab, dan itu wajar saja. Tapi komisi B juga dipertanyakan oleh masyarakat, padahal kita tidak dilibatkan," ucap Aziz di Gedung DPRD DKI Jakarta, kemarin.

Baca Juga: Kisruh Soal Diskotek Colloseum, Anies Copot Plt Kadisparbud

(fid)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini