Polres Jaksel Temukan Indikasi Penghindaran Pajak Lamborghini Penodong 2 Pelajar

Rabu 25 Desember 2019 23:57 WIB
https: img.okezone.com content 2019 12 25 338 2146046 polres-jaksel-temukan-indikasi-penghindaran-pajak-lamborghini-penodong-2-pelajar-p6pNtALjsx.jpg (Foto: iNews.id)

JAKARTA - Ketelitian Polres Metro Jakarta Selatan menguak tabir baru dari kemungkinan kejahatan lain yang dilakukan pengemudi Lamborghini yang menodongkan pistol ke dua pelajar SMA di Kemang, Jakarta Selatan.

Kasatreskrim Polres Jaksel AKBP Andi Sinjaya Ghalib mengatakan Polres Jakarta Selatan menemukan indikasi penghindaran pajak Lamborghini oleh tersangka penodongan pistol, yaitu pengusaha Abdul Malik dengan modus mengatasnamakan kepemilikan Lamborghini ke orang lain, yaitu pekerja serabutan AR.

"Hulunya di AM. Hilirnya kita anggap prosesnya indikasi dari AR," katanya saat berbincang dengan iNews.id, Rabu (25/12/2019).

Andi lantas membeberkan kronologi indikasi penghindaran pajak mobil Lamborghini dengan nomor polisi B27AYR warna Orange tahun 2013 atas nama AR tersebut, sbb:

- Berawal pada sekitar tahun 2013 di Jl. Cipulir I Kel. Cipulir Kec. Pesanggrahan jakarta Selatan pada saat AR yang bekerja sebagai pekerja serabutan bertemu dengan teman-teman nongkrongnya di warung di dekat tempat tinggalnya. Pada saat itu, AR ingin meminjam uang sebesar Rp700.000 kepada salah seorang temannya yang bernama Y untuk keperluan berobat anaknya. Lalu, kemudian AR sempat menanyakan alasan Yopi ingin meminjam KTP miliknya tersebut untuk apa, namun dijawab oleh Yopi dengan mengatakan "Kan kamu butuh uang, oleh sebab itu saya minjam KTP kamu untuk adalah keperluan.. Yang penting kan kamu dapat uangnya.."

Hingga saat ini, AR tidak pernah bertemu kembali dengan Y dan AR tidak memiliki alamat, maupun no telepon dari Y.

Selanjutnya, pada sekitar Juli 2019 AR pernah menerima pemberitahuan pembayaran pajak dari pihak Dinas Perpajakan Negara dikarenakan belum membayar pajak atas 1 unit mobil merk Lamborghini No.Pol. B - 27 - AYR warna Orange tahun 2013 atas nama AR tersebut.

Dikarenakan AR merasa tidak pernah memiliki kendaraan tersebut, kemudian AR tidak menghiraukan surat dari Dinas Perpajakan Negara.

(qlh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini