Lagi, Polres Jaksel Gerebek & Ungkap Dugaan Pidana Koboi Lamborghini yang Simpan Satwa Dilindungi

Fadel Prayoga, Okezone · Kamis 26 Desember 2019 11:23 WIB
https: img.okezone.com content 2019 12 26 338 2146149 lagi-polres-jaksel-gerebek-ungkap-dugaan-pidana-koboi-lamborghini-yang-simpan-satwa-dilindungi-0qi6wef2oo.jpg Polres Jakarta Selatan melakukan penggeledahan di kediaman AM (Foto: Ist)

JAKARTA - Koboi Lamborghini AM terancam dipidana penjara 5 tahun, menyusul fakta-fakta dari dugaan terbaru yang diungkap Polres Jakarta Selatan.

Pagi ini, Kamis, 26 Desember 2019, Polres Jaksel menggerebek rumah tersangka AM koboi Lamborghini yang menodongkan pistolnya kepada 2 anak SMA di Kemang, Jakarta Selatan tersebut.

Penggeledahan di Jl. Jambu No. 38, Pejaten Barat, Pasar Minggu, Jakarta Selatan itu terkait dugaan penyimpanan satwa dilindungi yang diawetkan dan dipimpin oleh Kasatreskrim Polres Jaksel Kompol Andi Sinjaya dan Kanit Krimsus AKP Benito Harleandra.

"Hewan langka appendix 2 yang diduga dimiliki oleh tersangka tersebut, yaitu kepala rusa jenis bawean yang diawetkan, burung cenderawasih yang diawetkan, buaya muara yang diawetkan dan harimau yang diduga jenis harimau Sumatera yang dilindungi," ujar Kasatreskrim Polres Jaksel Kompol Andi Sinjaya, Kamis, 26 Desember 2019.

Baca Juga: Geledah Rumah "Koboi" Lamborghini di Kemang, Polres Jaksel Temukan Peluru-Peluru Senpi Lain

Polisi menggeledah rumah AM Foto: Ist

Adapun, koboi Lamborghini tersebut digerebek terkait penyimpanan satwa yang dilindungi berdasarkan laporan polisi No: Lp/ 2781 / XII / 2019 / PMJ / res jaksel, tanggal 25 des 2018. Andi memaparkan dugaan tindak pidana tersebut mengacu pada Pasal 40 (2) jo Pasal 21 (2) huruf b dan d, di mana setiap orang dilarang untuk :

- Huruf b : Menyimpan, memiliki, memelihara, mengangkut, dan memperniagakan, satwa yang dilindungi dalam keadaan mati.

- Huruf d : Memperniagakan, menyimpan, atau memiliki kulit, tubuh atau bagian-bagian lain satwa yang dilindungi atau barang-barang yang dibuat dari bagian-bagian satwa tersebut atau mengeluarkanya dari suatu tempat di Indonesia ke tempat lain di dalam atau di luar Indonesia.

Tindak pidana terhadap pasal itu, kata Andi, terancam pidana penjara maksimum 5 tahun dan denda maksimum Rp100 juta.

Baca Juga: Kompolnas: Polisi Harus Perketat Pengawasan Penggunaan Senpi oleh Warga Sipil

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini