Bamus Betawi Tak Dapat Dana Hibah, Lulung: Anggaran DKI Sedang Defisit

Muhamad Rizky, Okezone · Kamis 26 Desember 2019 18:50 WIB
https: img.okezone.com content 2019 12 26 338 2146361 bamus-betawi-tak-dapat-dana-hibah-lulung-anggaran-dki-sedang-defisit-WVLSlBEPlm.jpg Abraham Lunggana (Foto: Okezone)

JAKARTA - Ketua Umum Badan Musyawarah (Bamus) Betawi Abraham Lunggana atau Haji Lulung mengaku siap bila tak menerima anggaran dana hibah dari Pemerintah Provinsi DKI (Pemprov) Jakarta pada tahun 2020.

"Saya pastikan saya mengerti anggaran DKI sedang defisit. Saya bilang saya siap tidak menerima hibah tahun ini dan saya siap dengan uang saya dan teman-teman," kata Lulung di Balai Kota, Jakarta Pusat, Kamis (26/12/2019).

Baca Juga: Haji Lulung Anggap Pencopotan Kadisparbud DKI Sudah Tepat

Lulung mengatakan, meski tak mendapat dana hibah, pihaknya memastikan Bamus Betawi tetap akan menjalankan program. Bahkan, pihaknya telah meniapkan anggaran hingga Rp10 miliar.

"Saya siapkan buat program Bamus Betawi tahun 2020 sebesar Rp 10 miliar," tuturnya.

Anggaran itu nantinya, kata Lulung, diperuntukkan berbagai program, yakni meluncurkan tabungan umrah untuk masyarakat dan Bamus Betawi, untuk festival palang pintu, lalu festival kerak telor, hingga festival Kampung Betawi.

"Terus yang keenam dan seterusnya itu terus yah kita laksanakan. Jadi, kita tidak pernah mau berhenti untuk menjalankan program sesuai Perda Nomor 4 Tahun 2015 artinya di situ juga ada kelestarian Budaya Betawi," ujarnya.

Balaikota DKI Foto: Ist

Meski tidak mendapat dana, Lulung juga memastikan bahwa Bamus Betawi dalam pelaksanaan programnya tetap mendukung Pemprov DKI Jakarta. "Jadi, saya akan mendukung program gubernur, dengan anggaran mandiri, karena kita harus mandiri. Karena tim ekonomi saya sudah banyak buat program bekerja sama dengan perusahaan-perusahaan," ujarnya.

Baca Juga: Instalasi Gabion di Bundaran HI Dibongkar demi Acara Tahun Baru 2020

Diketahui, perdebatan terjadi ketika anggaran sebesar Rp6 miliar untuk Bamus Betawi muncul dalam rapat pembahasan RAPBD yang merupakan hasil evaluasi dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

Ketua Komisi A Mujiyono mempertanyakan pengajuan dana hibah tersebut yang menurutnya secara tiba-tiba muncul. "Soal (anggaran) Bamus Betawi kita bukan masalah setuju tidak setuju tapi benar enggak pengajuannya? Dilihat kemarin di-MoU tidak ada" tanya dia.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini