nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Polres Jaksel Terus Menelusuri Indikasi Peralihan Kepemilikan Lamborghini oleh Sang Koboi

Puteranegara Batubara, Jurnalis · Sabtu 28 Desember 2019 23:47 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 12 28 338 2147035 polres-jaksel-terus-menelusuri-indikasi-peralihan-kepemilikan-lamborghini-oleh-sang-koboi-TpwQXc7ArN.jpg Polisi Periksa Mobil Lamborghini Milik Penodong Senpi Pelajar SMA di Kawasan Kemang, Jaksel (foto: iNews.id)

JAKARTA - Penyidik Polres Jakarta Selatan telah memeriksa pihak showroom "M" di kawasan Jakarta Utara, menyusul indikasi penghindaran pajak Lamborghini oleh tersangka Abdul Malik (AM).

Kasatreskrim Polres Jaksel AKBP Andi Sinjaya Ghalib mengatakan, menurut H, selaku manager operasional showroom "M", Lamborghini tersebut diserahkan pada 13 Desember 2019 kepada AM dengan nilai jual Rp2,7 miliar.

Baca Juga: Geledah Rumah "Koboi" Lamborghini di Kemang, Polres Jaksel Temukan Peluru-Peluru Senpi Lain 

"Lamborghini tersebut dibayarkan dengan uang muka Rp1,6 miliar dan pelunasan dilakukan secara kredit melalui Maybank," ujar Andi Sinjaya di Jakarta, Sabtu (28/12/2019).

Andi memaparkan info dari H, mobil tersebut dibeli oleh showroom M dari SB yang berasal dari kawasan Padalarang, Bandung.

Langkah Reskrim Polres Jakarta Selatan tersebut, menyusul ketelitian Polres Metro Jakarta Selatan dalam menguak tabir baru dari kemungkinan kejahatan lain yang dilakukan pengemudi Lamborghini yang menodongkan pistol ke dua pelajar SMA di Kemang, Jakarta Selatan.

Belum lama ini, Andi Sinjaya mengatakan Polres Jakarta Selatan menemukan indikasi penghindaran pajak Lamborghini oleh tersangka penodongan pistol, yaitu pengusaha Abdul Malik dengan modus mengatasnamakan kepemilikan Lamborghini ke orang lain, yaitu pekerja serabutan AR.

Andi lantas membeberkan kronologi indikasi penghindatan pajak mobil Lamborghini dengan nomor polisi B 27 AYR warna orange tahun 2013 atas nama AR tersebut.

Berawal pada sekira tahun 2013 di Jalan Cipulir I, Kelurahan Cipulir, Kecamatan Pesanggrahan, Jakarta Selatan, pada saat AR yang bekerja sebagai pekerja serabutan bertemu dengan teman - teman nongkrongnya di warung dekat tempat tinggalnya. Pada saat itu, AR ingin meminjam uang sebesar Rp700.000 kepada salah seorang temannya yang berinisial Y untuk keperluan berobat anaknya.

Lalu, kemudian AR sempat menanyakan alasan temannya Y ingin meminjam KTP miliknya tersebut untuk apa, namun dijawab oleh Y, "Kan kamu butuh uang, oleh sebab itu saya minjam KTP kamu untuk keperluan. Yang penting kan kamu dapat uangnya."

Hingga saat ini, AR tidak pernah bertemu kembali dengan Y dan AR tidak memiliki alamat, maupun nomor telepon dari Y.

Baca Juga: Lagi, Polres Jaksel Gerebek & Ungkap Dugaan Pidana Koboi Lamborghini yang Simpan Satwa Dilindungi 

Selanjutnya, pada Juli 2019 AR pernah menerima pemberitahuan pembayaran pajak dari pihak Dinas Perpajakan Negara dikarenakan belum membayar pajak atas 1 unit mobil merk Lamborghini Nopol B 27 AYR warna orange tahun 2013 atas nama AR tersebut.

Dikarenakan AR merasa tidak pernah memiliki kendaraan tersebut, kemudian AR tidak menghiraukan surat dari Dinas Perpajakan Negara.

(fid)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini