nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Balita Alami Lebam dan Kebiruan, Keluarga Duga Akibat Malapraktik

Hambali, Jurnalis · Selasa 31 Desember 2019 13:44 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 12 31 338 2147781 balita-alami-lebam-dan-kebiruan-keluarga-duga-akibat-malapraktik-UIF7QuA0Yf.jpg Balita Alami Lebam dan Kebiruan Diduga Akibat Malapraktik saat Dirawat di RSU Tangsel (foto: Okezone/Hambali)

TANGERANG SELATAN - Seorang bocah perempuan bernama Kania Indah Berliani tergeletak lemah di kamar perawatan lantai 3 RSU Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Pamulang. Di bagian pangkal siku lengan kirinya terdapat lebam berwarna kebiruan akibat bekas suntikan.

Pihak keluarga menduga, ada tindakan malapraktik yang dilakukan. Hal itu disebabkan lebam-lebam kebiruan akibat bekas suntikan. Tak hanya di beberapa titik bagian lengan, bekas jarum suntik juga nampak di kedua kaki bocah berumur 14 bulan tersebut.

Baca Juga: Warga SAD Tumbang Disuntik Dokter Korsel, Dinkes Merangin Ngaku Kecolongan 

Balita Alami Lebam dan Kebiruan, Keluarga Duga Akibat Malapraktik (foto: Okezone/Hambali)

"Soalnya waktu kita tanya ini sakit apa? Enggak dikasih tahu penyakitnya, dibilang masih diobservasi, padahal sudah dari beberapa hari lalu dirawat. Disuntik beberapa kali, di kaki, tangan, sampai bengkak, ini sekarang sudah agak kempes. Apa memang penanganannya seperti ini?," ujar Marhadi (29), ayah KIB kepada Okezone, Senin 30 Desember 2019.

Diceritakan Marhadi, Kania mulanya mengalami demam di rumah pada Rabu 25 Desember 2019. Karena demamnya tak turun, lantas Marhadi bersama sang istri, Narita Putri (26), membawa putrinya ke RSU Tangsel.

"Masuknya dari hari Rabu, langsung ke IGD. Habis itu dipindah ke ruang perawatan. Dimasukin obat juga lewat dubur, enggak lama kejang-kejang," jelas Marhadi.

Karena kondisi semakin parah, lantas petugas medis menyuntikkan jarum infus ke lengan Kania. Melihat anaknya disuntik, Marhadi dan istrinya sempat aneh lantaran putri pertama mereka justru disuntik saat kondisi demam tinggi. Bahkan, sambungnya, suntikan tersebut dilakukan berulang kali.

"Kita karena awam, enggak paham, ya akhirnya cuma ngeliatin aja waktu disuntik. Cuma kita aneh, anak saya kejang, demam, kok disuntik terus," imbuhnya.

Kania pun dipindah ke ruang Pediatric Intensive Care Unit (PICU) guna mendapat perawatan intensif. Namun begitu, tetap saja kondisinya tak menentu. Berulang kali Kania mengalami kejang, meski pangkal sikunya terlihat membengkak.

"Hampir tiap hari kejang. Lama-lama saya nggak tega lihatnya, tangannya bengkak. Kita sudah berulang kali tanya ke perawatnya, tapi ditanganinya begitu aja. Waktu itu sempat ada dokter yang ngecek ke ruangan, tapi dilihat aja terus keluar lagi. Penyakitnya juga nggak ada yang tahu," tuturnya.

Balita Alami Lebam dan Kebiruan, Keluarga Duga Akibat Malapraktik (foto: Okezone/Hambali)	 

Kecewa dengan penanganan di RSU, pihak keluarga meminta agar anaknya dipindah serta dirujuk ke rumah sakit lain. Namun menurut Marhadi, petugas melarangnya dipindah dan membiarkan Kania tetap dirawat diruang PICU RSU Tangsel.

"Kita mulai curiga waktu petugas medisnya melarang dipindah, jadi katanya harus tetep dirawat di RSU. Sedangkan di RSU kan enggak diketahui apa penyakitnya. Kita jadi berfikir apa ini malapraktik atau bagaimana. Jangan-jangan enggak boleh dipindah karena takut dipersoalin bengkak bekas suntikan itu dirumah sakit lain, kita enggak tahu," tegasnya.

Mulanya, keluarga Kania tak berani buka suara atas apa yang menimpa putrinya itu. Namun setelah didampingi oleh salah satu tokoh organisasi massa, kedua orang tuanya mulai angkat suara. Terakhir, pihak RSU berencana merujuk Kania ke RSU Fatmawati, Jakarta Selatan, guna proses CT (Computerized Tomography) Scan.

"Kita dampingi terus, jangan sampai masyarakat mendapat perlakuan tak sesuai prosedur. Pelayanan di RSU memang sering dikeluhkan. Kami prihatin atas apa yang menimpa pasien Kania, pihak RSU harus memberikan pelayanan profesional. Jangan sampai ini terulang lagi di kemudian hari," ujar Ayatullah, tokoh masyarakat yang mendampingi keluarga Kania di RSU Tangsel.

Baca Juga: Kisah Rosida, 4 Tahun "Melawan" Rumah Sakit yang Diduga Lakukan Malapraktik ke Anaknya 

Balita Alami Lebam dan Kebiruan, Keluarga Duga Akibat Malapraktik (foto: Okezone/Hambali)

Sementara Plt Direktur Utama RSU Kota Tangsel, Umi Kulsum menerangkan, semua penanganan kesehatan terhadap Batita Kania sudah sesuai prosedur. Dia membantah ada tindakan malapraktik. Adapun bekas lebam biru yang ada di lengan Kania, disebutkan sebagai akibat bekas suntikan pada umumnya.

"Semua juga begitu kalau habis disuntik. Apalagi anak-anak kan uratnya masih kecil, jadi ya biru. Anak saya juga kalau habis disuntik begitu pasti biru tangannya," ucap Umi dikonfirmasi terpisah.

Dilanjutkan dia, banyaknya bekas suntikan di tangan dan kaki Kania diperlukan sebagai tindakan medis, salah satunya untuk pengambilan darah. Berdasarkan hasil diagnosa medis, Kania mengalami sakit demam kejang, dan otomatis harus mendapat perawatan serius.

"Pasien harus diambil darahnya setiap empat jam sekali. Jadi banyak luka bekas suntiknya. Sakit demam kejang pasien, harus dapat penanganan yang khusus, karena tidak boleh kejang-kejang seperti itu, bahaya," tandasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini