Kasus Guru Rumini, Begal Payudara dan Pemerkosaan Anak Tiri di Tangsel Belum Terungkap

Hambali, Okezone · Selasa 31 Desember 2019 15:27 WIB
https: img.okezone.com content 2019 12 31 338 2147844 kasus-guru-rumini-begal-payudara-dan-pemerkosaan-anak-tiri-di-tangsel-belum-terungkap-DU9t4SUpp5.jpg Kapolres Tangsel AKBP Ferdy Irawan (foto: Okezone/Hambali)

TANGERANG SELATAN - Kepolisian mencatat sepanjang tahun 2019 ada 3 kasus yang belum tuntas terungkap di Tangerang Selatan, yakni soal laporan Pungutan liar (Pungli) oleh guru Rumini, begal payudara, dan pemerkosaan seorang ayah tiri terhadap anaknya.

Ketiga kasus yang menonjol itu telah cukup lama dilaporkan. Namun karena terkendala hal teknis yang berbeda di masing-masing kasus, maka laporan Pungli Rumini, Begal Payudara, hingga kasus pemerkosaan ayah tiri akan terus berlanjut di tahun 2020.

Baca Juga: Arus Mudik Nataru, 5 Posko Kesehatan Didirikan di Tangsel 

Kasus pertama adalah laporan guru Rumini terkait dugaan Pungli di SDN Pondok Pucung 02, Pondok Aren. Usai dipecat sebagai guru, Rumini membuat laporan ke polisi pada 4 Juli 2019, dengan nomor: TBL/775/K/7/2019/SPKT/ResTangsel. Kasusnya terkatung-katung hingga saat ini.

"Kalau masalah Rumini sebenernya sudah dipanggil minggu lalu," ujar AKBP Ferdy Irawan, Kapolres Tangsel, Selasa (31/12/2019).

Polres Tangerang Selatan (foto: Okezone) 

Ferdy menambahkan, masalah guru Rumini sebenarnya berawal dari laporan masalah Pungli. "Jadi nanti akan dilihat, apakah terhadap dana yang dikumpulkan itu sudah disampaikan sebelumnya pada wali murid, dan dipergunakan untuk kepentingan sekolah," terangnya.

Dilanjutkan Ferdy, kasus laporan oleh guru Rumini bisa dikenai tindak pidana apabila, uang yang dikumpulkan dari para wali murid digunakan untuk kepentingan pribadi atau untuk di luar kepentingan sekolah.

Berikutnya, untuk kasus menonjol kedua adalah perbuatan cabul begal payudara. Kejadian itu dialami oleh gadis berinisial A (18) di U-turn depan warung cepat saji, Bintaro sektor 9, Pondok Aren, Agustus 2019. Meski telah mengantongi identitas pelaku, hingga kini polisi belum berhasil menangkapnya.

"Tersangkanya sudah diketahui, tapi ya kembali lagi tadi ada suatu kasus kadang mudah untuk mencari tersangkanya, tapi ada yang mungkin cukup sulit untuk mencari keberadaan tersangka, karena tersangkanya pindah-pindah," jelasnya.

Begitu pun dengan kasus ketiga, di mana seorang pemulung bernama Selamet (38) meniduri anak tirinya berinisial H (16) di tempat tinggalnya di kawasan Pamulang. Akibat ulah bejat Selamet selama bertahun-tahun, H telah hamil hingga 2 kali. Malangnya lagi, kehamilan yang pertama mengalami keguguran.

Baca Juga: Dugaan Pungli di SMPN 4 Tangsel, Ombudsman: Bisa Dipidana! 

Kehamilannya yang kedua berlanjut hingga proses persalinan di RSU Tangsel. H didampingi neneknya, serta sebuah lembaga hukum melaporkan kejadian itu ke Mapolres Tangsel pada 10 Oktober 2019 lalu. Sayangnya hingga kini pelaku belum juga tertangkap.

"Karena dia backgroundnya adalah pemulung, dia nomaden (berpindah-pindah). Tidak punya tempat tinggal tetap, tidak punya alat komunikasi. Sehingga ketika dia pindah tempat, kita kesulitan mengikuti pergerakannya," ucap Ferdy.

(fid)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini