Perum Pondok Gede Permai Terendam Banjir 5 Meter, Terparah di Bekasi

Kamis 02 Januari 2020 10:48 WIB
https: img.okezone.com content 2020 01 02 338 2148413 perum-pondok-gede-permai-terendam-banjir-5-meter-terparah-di-bekasi-6UJxnb2Vlf.JPG Perum Pondok Gede Permai di Jatiasih, Bekasi, Jawa Barat terendam banjir dengan ketinggian mencapai 5-6 meter (Foto: iNews.id/Rahmat Hidayat)

BEKASI – Banjir merendam Perumahan Pondok Gede Permai di Kecamatan Jatiasih, Kota Bekasi, Jawa Barat, Rabu 1 Januari 2020. Tak tanggung-tanggung, ketinggian air di sana mencapai lima meter. Ratusan rumah warga nyaris tenggelam dan yang terlihat hanya bagian atap.

Perumahan Pondok Gede Permai memang sudah jadi langganan banjir, bahkan mungkin yang terparah di Kota Bekasi. Tim gabungan saja kesulitan mengevakuasi warga yang terjebak dalam rumah lantaran kondisi derasnya air dan perahu rakit.

Kapolres Metro Bekasi Kota, Kombes Pol Indarto mengungkapkan, berdasarkan hasil pantauannya di wilayah Bekasi, banyak terdapat titik lokasi banjir. Salah satunya di Perumahan Pondok Gede Permai.

“Kalau saya lihat, ini lokasi banjir terparah di Kota Bekasi. Ketinggiannya airnya lima meter, bahkan untuk yang terdalam bisa sampai enam meter. Karena ada rumah dua lantai yang airnya sampai seatap,” kata Indarto, menukil dari laman iNews.id, Kamis (2/1/2020).

Dia menegaskan bahwa yang menjadi skala prioritas petugas saat ini yaitu mengevakuasi para lanjut usia (lansia), ibu hamil, balita dan perempuan. Namun prosesnya lagi-lagi terkendala, karena dari armada perahu karet yang ada, hanya satu yang memiliki mesin.

Banjir di Perum Pondok Gede Permai

“Kalau untuk rakit ada banyak, tapi mesin hanya satu milik TNI. Kami sudah coba masuk manual, namun arusnya deras. Saat dipaksa rakitnya malah bocor. Kami masih menunggu datangnya tambahan mesin,” tuturnya.

Pihaknya lanjut Kapolres, sudah menginformasikan warga agar mengungsi ke tempat aman saat malam pergantian tahun. Namun, banyak warga yang memilih bertahan karena menganggap lokasi tersebut memang sudah biasa langganan banjir.

“Lokasi ini kan rawa dan pertemuan Sungai Cikeas. Saat ada informasi air sungai meninggi kami sampaikan ke warga. Mereka mengira banjir seperti yang sudah-sudah hanya sampai lantai satu, tapi ini sudah ketinggian dua lantai,” pungkasnya.

(put)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini