Share

Pengungsi Banjir Butuh Popok Bayi, Camat Kramatjati : Sudah Dilaporkan ke BPBD

Sarah Hutagaol, Okezone · Kamis 02 Januari 2020 14:43 WIB
https: img.okezone.com content 2020 01 02 338 2148514 pengungsi-banjir-butuh-popok-bayi-camat-kramatjati-sudah-dilaporkan-ke-bpbd-OuJYu7NuuM.jpg Pengungsi banjir di Kecamatan Kramatjati (Foto : Okezone.com/Sarah)

JAKARTA - Seorang warga yang mengungsi di Kampus Binawan, Cawang, Jakarta Timur bernama Satikah mengeluhkan minimnya bantuan, seperti selimut dan popok bayi selama mengungsi di sana.

"Pampers belum dapet nih, sama selimut, kasihan semalam pada kedinginan. Biasanya tahun-tahun kemarin langsung dibagiin selimut, ini mah belum," ucap Satikah kepada Okezone di lokasi, Kamis (2/1/2019).

Mengenai perlengkapan yang sangat dibutuhkan itu, Camat Kramatjati Eka Darmawan mengaku sudah mendata keperluan-keperluan tersebut, dan disampaikan ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi DKI Jakarta.

Pengungsi banjir di Kecamatan Kramatjati (Foto : Okezone.com/Sarah)

Menurutnya, keperluan-keperluan yang sudah dilaporkan tersebut akan diberikan atau disalurkan oleh pihak BPBD DKI Jakarta pada para pengungsi. Namun, ia tidak mengetahui secara pasti bagaimana mekanisme bantuan itu diberikan.

"Iya itu sudah kita inventarisasi, dan sudah kita kirim ke BPBD DKI Jakarta. Kebutuhan-kebutuhan itu," ucap Eka Darmawan saat ditemui di lokasi yang sama.

"Karena BPBD DKI Jakarta minta inventarisasi apa saja kebutuhannya. Kita sudah laporkan. Biasanya segera, cuma saya secara teknis enggak tahu gimana BPBD itu," tambahnya.

Ketika meninjau lokasi, di tempat pengungsian tersebut terdapat pegawai medis yang berjaga dengan beberapa obat dan peralatannya. Di bagian luar terdapat pula toilet berjalan.

Baca Juga : 926 Warga Cipinang Melayu Mengungsi Akibat Banjir, 114 di Antaranya Balita

Baca Juga : Kecelakaan Maut di Jalan Tol, Ibu dan 2 Anaknya Meninggal Dunia

Satikah mengaku dari segi fasilitas dan kelengkapan lainnya, seperti makanan, minuman, serta perawatan medis dirasa sudah cukup bagi para pengungsi di sana.

"Kalau makanan sih setiap hari sudah ada. Kalau makan diperhatikan, kesehatan juga, ini (tenaga medis) sudah ada dari semalam," kata Satikah.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini