3 Jenis Penyakit Pascabanjir, Anak-Anak Paling Rentan Kena!

Muhammad Sukardi, Okezone · Kamis 02 Januari 2020 15:11 WIB
https: img.okezone.com content 2020 01 02 338 2148535 3-jenis-penyakit-pascabanjir-anak-anak-paling-rentan-kena-9r6XP1jPaT.jpg Ilustrasi. (Foto: Babycenter)

BANJIR surut terbitlah sampah dan penyakit. Selain harta benda yang rusak akibat banjir, kesehatan juga dapat terganggu. Terlebih jika Anda kurang memerhatikan kebersihan dan kurang istirahat, penyakit pascabanjir seperti Leptospiratis bakal menghinggapi.

Penyakit pascabanjir yang biasanya muncul antara lain leptospirosis dan diare. Dua penyakit ini paling rentan menjangkiti korban banjir. Selain itu, ada juga penyakit lain yang mengkhawatirkan. Spesialis Penyakit Dalam Prof dr Ari Fahrial Syam, SpPD menyatakan dalam kondisi banjir, secara umum peningkatan kasus penyakit didasari pada tiga kelompok penyakit.

"Jadi, ada penyakit yang muncul karena makanan dan minuman, penyakit akibat nyamuk, dan penyakit karena tikus," terangnya pada Okezone melalui pesan singkat, Kamis (2/1/2020).

Dokter Ari menerangkan, anak-anak menjadi kelompok paling rentan terhadap ketiga jenis kelompok penyakit tersebut. Imunitas tubuh yang masih kurang baik menjadi salah satu faktornya, selain juga karena lingkungan yang memang tidak sehat dan bersih.

Lalu, apa saja jenis penyakit dari ketiga kelompok tersebut?

1. Penyakit yang ditularkan karena makanan dan minuman

Jika ditularkan secara fecal oral (masuk melalui mulut), penyakit tersebut antara lain infeksi kolera, disentri, rotavirus, serta demam tifus. Pasien dengan infeksi usus bisa datang dengan diare, muntah berak, mules saat BAB dan BAB ada darah. Diare juga menjadi ancaman serius. Penyakit ini bahkan pernah menjadi KLB pada banjir Jakarta beberapa tahun yang lalu.

2. Penyakit yang ditularkan karena nyamuk

Menurut Dokter Ari, penyakit yang dibawa oleh vektor penyakit, misalnya Dengue Hemorrhagic Fever atau demam berdarah yang dibawa melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti.

3. Penyakit yang ditularkan melalui tikus

penyakit tikus

Penyakit yang ditularkan melalui hewan dari ordo Rodentia, yaitu tikus merupakan penyakit yang juga sering didapat saat pascabanjir. Salah satu jenis rodent borne disease yang dapat timbul pada bencana banjir adalah leptospirosis yang dibawa melalui kencing dan kotoran tikus dalam genangan banjir.

"Apabila kita mengalami luka terbuka pada tangan atau kaki atau mukosa mulut, maka air yang sudah tercemar dengan kotoran tikus yang sudah mengandung leptospirosis akan menularkan kita," terang Dokter Ari.

Lebih lanjut, pasien dengan leptospirosis datang dengan keluhan demam tinggi mendadak, sakit kepala, mual muntah, lemas, nyeri otot terutama otot betis, mata merah, dan timbul kuning pada mata dan kulit. Tidak hanya itu, urine pasien Leptospirosis juga berubah seperti air teh. Sekilas pasien ini seperti pasien dengan infeksi hepatitis virus.

Penyakit leptospirosis sangat berbahaya jika penyakit berlanjut dengan berbagai komplikasi antara lain terjadi kerusakan ginjal, peradangan pankreas, liver, paru dan otak. Terganggunya kesehatan akibat banjir terjadi karena adanya gangguan pada tiga faktor penting penyakit, yaitu faktor host, lingkungan, dan agen.

Faktor Daya Tahan Tubuh

Ketika terjadi pengungsian akibat banjir, kondisi kebersihan lingkungan, makanan dan minuman yang dikonsumsi pengungsi kurang memadai sehingga akan berpengaruh pada daya tahan tubuh. Selain itu, para pengungsi tidur dengan alas yang tidak memadai.

"Kondisi ini meningkatkan kerentanan para pengungsi terhadap penyakit-penyakit pascabanjir," ungkapnya. Cuaca yang tidak mendukung saat ini juga dapat menurunkan daya tahan tubuh seseorang walau pun tidak terkena langsung dampak banjir.

Faktor Lingkungan

Faktor lingkungan yang dapat memperburuk kondisi masyarakat adalah faktor cuaca, di mana hujan dan angin kencang yang masih melanda DKI Jakarta. Dampak buruk ini terutama dialami bayi, anak-anak dan orangtua.

Belum lagi lingkungan sekitar banjir yang kotor dengan sampah bertebaran di mana-mana. Genangan air akan mengundang lalat dan kecoa dan hal ini berpotensi mencemari makanan dan minuman kita.

Faktor Bakteri

Faktor agen pembawa penyakit yang banyak dijumpai akibat bencana banjir adalah lalat, tikus, bakteri, dan kotoran yang menyebabkan tercemarnya air bersih.

Sementara itu, ada beberapa hal yang harus diantisipasi terkait kemungkinan penyakit yang dialami korban kebanjiran. Dokter Ari menjelaskan, ada beberapa hal dan ini sangat penting diperhatikan untuk mencegah paparan penyakit.

1. Harus dipastikan selalu mengonsumsi makanan dan minuman higienis. Perhatikan kadaluarsa dari makanan yang dikonsumsi baik makanan jadi maupun makanan yang dibuat sendiri.

2. Diusahakan makanan yang dikonsumsi dalam keadaan fresh. Cuci tangan pakai sabun atau hand antiseptik untuk menghindari infeksi usus. Anak-anak harus diajari untuk selalu cuci tangan pakai sabun, tentu orang dewasa harus memberi contoh kapan dan bagaimana mencuci tangan dengan baik.

3. Kebersihan lingkungan harus selalu terjaga dan segera bersihkan lokasi pascabanjir dengan menggunakan antiseptik dan tetap memperhatikan pelindung diri bagi orang yang bertugas membersihkan kotoran khususnya lumpur pasca banjir tersebut. Pelindung diri meliputi masker, sarung tangan dan memakai sepatu boots. Hindari luka yang dapat berpotensi masuknya kuman.

4. Untuk anak-anak dan orangtua diberikan suplemen yang berisi multivitamin dan mineral. Apabila terjadi keterbatasan makanan dan minuman, dengan zat gizi yang lengkap yang bisa dikonsumsi sehari-hari akan terhindar dari penyakit.

5. Perlu stok obat-obat sederhana, obat penurun panas, obat anti diare, obat sakit kepala, dan oralit.

6. Anak-anak harus dicegah untuk tidak bermain-main di air banjir baik karena potensi gangguan kesehatan mau pun risiko terbawa arus atau tenggelam pada air banjir.

"Tujuan dari tindakan ini semua tentunya untuk mencegah agar kita semua terhindar dari penyakit pasca banjir yang sewaktu-waktu bisa mengenai siapa saja terutama anak-anak kita," pungkas Dokter Ari.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini