Pengungsi Banjir Jakarta di Trotoar Manggarai Butuh Selimut, Popok dan Susu Bayi

Fakhrizal Fakhri , Okezone · Kamis 02 Januari 2020 19:18 WIB
https: img.okezone.com content 2020 01 02 338 2148637 pengungsi-banjir-jakarta-di-trotoar-manggarai-butuh-selimut-popok-dan-susu-bayi-72Tzqnlvu2.jpg Warga korban banjir mengungsi di trotoar Stasiun Manggarai, Jakarta Selatan (Okezone.com/Fakhrizal)

JAKARTA – Puluhan warga Gudang Kapuk, RT I, RW IV, Jalan Manggarai Utara II, Jakarta Selatan mengungsi di trotoar Stasiun Manggarai, akibat rumahnya terendam banjir sejak Rabu 1 Januari kemarin. Mereka butuh tenda, selimut, popok, dan susu bayi.

Warga mendirikan tenda seadanya secara swadaya di trotoar. Namun, tenda itu hanya untuk berteduh dari sengatan mahatari saja, tak kuat menahan air hujan.

Saat hujan turun, warga memilih berteduh di emperan-emperan bangunan yang ada di sekitar lokasi.

"Kalau hujan yang lari-lari berteduh kita. Kalau enggak hujan ya di sini berteduh," kata seorang pengungsi, Bu Mumun (45) saat ditemui Okezone di trotoar Stasiun Manggarai, Kamis (2/1/2020).

 Banjir

Bu Mumun bercerita saat air naik di rumahnya, Rabu kemarin. Saat itu, waktu menunjukkan sekitar pukul 04.00 WIB usai perayaan pergantian Tahun 2020. Menurut dia, musibah banjir saat ini tak seperti biasanya.

"Karena banjir saat ini langsung tinggi. Kita langsung kelelep. Enggak bisa selamatkan barang," imbuhnya.

Baca juga: Riwayat 11 Banjir Besar di Jakarta Sejak 1918 hingga Awal 2020

Mumun memastikan bahwa belum ada bantuan dari pemerintah hingga saat ini. Berdasarkan pantauan Okezone, sekitar 30-40 warga mengungsi di empat tenda yang didirikan secara swadaya.

Menurut Mumun, para pengungsi saat ini membutuhkan popok atau pempres dan susu untuk bayi, selimut untuk perlengkapan tidur, hingga makanan dan minuman, serta tenda agar saat hujan warga masih bisa tetap berteduh.

"Sampai saat ini belum ada bantuan dari pemerintah," pungkasnya.

(sal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini