Share

Banjir Jakarta, BMKG Sebut Banyak Masyarakat Abaikan Peringatan Dini

Harits Tryan Akhmad, Okezone · Jum'at 03 Januari 2020 18:44 WIB
https: img.okezone.com content 2020 01 03 338 2149007 banjir-jakarta-bmkg-sebut-banyak-masyarakat-abaikan-peringatan-dini-bPJ4nUFRsJ.jpg (Foto: Okezone.com/Arif Julianto)

JAKARTA - Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati menyatakan, peringatan dini cuaca ekstrem yang rutin diinformasikan oleh pihaknya adalah data akurat.

Seminggu sebelum hujan besar yang mengakibatkan banjir di Jakarta, pihaknya telah mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem. Namun banyak masyarakat yang mengabaikan hal tersebut.

"Kami mencoba mendengar ke publik, (tapi) publik masih mengira peringatan dini adalah perkiraan, bukan prakiraan. Ini yang dipahami, padahal peringatan dini dari BMKG adalah prakiraan," jelas Dwikorita di gedung BPPT, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Jumat (3/1/2020).

Dwikorita menjelaskan BMKG dapat memprakirakan cuaca, karena mendapatkan data dari satelit yang dikombinasikan dari pantauan radar. Apalagi, hasil satelit cukup detail membaca kondisi wilayah kecamatan hingga desa di Indonesia.

Foto Aerial Kawasan Terdampak Banjir di Ciledug Indah

"Kami memiliki puluhan radar yang tersebar di Indonesia, kemudian data itu dihitung dengan matematis, modeling, dengan modeling tidak cukup, harus diverifikasi dengan data lokal," ucapnya.

Dwikorita tak memungkiri bila data dari satelit dan pantauan radar BMKG itu bisa meleset. Tapi dia menyebut tingkat keakuratan prakiraan cuaca BMKG bisa mencapai 80-85 persen.

"Memang bisa salah, perhitungan itu bukan Tuhan, jadi pasti ada akurasi yang terbatas. Akurasi kami 80 sampai 85 persen, jadi kalau ada yang meleset sekitar 15-10 persen itu keterbatasnya," ucapnya.

(qlh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini