Share

Kapolda Metro Instruksikan Jajaran Subdit Siber Perkuat Penangkalan Kejahatan di Internet

Puteranegara Batubara, Okezone · Sabtu 04 Januari 2020 01:12 WIB
https: img.okezone.com content 2020 01 04 338 2149113 kapolda-metro-instruksikan-jajaran-subdit-siber-perkuat-penangkalan-kejahatan-di-internet-8GXEwDPH8m.jpg Kapolda Metro Jaya Komjen Gatot Eddy Pramono. (Ist)

JAAKARTA – Kapolda Metro Jaya Komjen Gatot Eddy Pramono menginstruksikan jajaran Direktorat Reserse Kriminal Khusus harus menjadi garda terdepan dalam menanggulangi kejahatan siber yang semakin marak di masyarakat saat ini.

Oleh sebab itu, Gatot meminta jajarannya di Subdit IV Tindak Pidana Siber harus mampu berperan mengungkap dan mencegah perkembangan kejahatan di internet.

“Subdit Tindak Pidana Siber Direktorat Reserse Kriminal Khusus memiliki peran penting dalam menangkal kejahatan Siber seperti penyebaran berita bohong (hoaks), ujaran kebencian lewat medsos (hate speech), dan penipuan elektronik (carding, pishing dan scaming) melalui e-commerce,” kata Gatot dalam acara peresmian Gedung Cyber Polda Metro Jaya, Jumat (3/1/2020).

Geto berharap bangunan Ruang Siber yang dilengkapi sejumlah peralatan yang modern ini akan samakin mempermudah aparat kepolisian dalam menanggulangi kejahatan siber tersebut.

“Saya berharap jangan hanya gedungnya yang baru, namun semua personel juga harus meningkatkan pengetahuan dan profesionalismenya sehingga pelayanan kepada masyarakat juga akan semakin maksimal,” ujar Gatot.

Sementara itu, Dirkrimsus Polda Metro Jaya Kombes Iwan Kurniawan menyatakan sebagai kota metropolitan, perkembangan teknologi informasi di kawasan Jakarta dan sekitarnya memang berkembang pesat.

Menurutnya, arus globalisasi membawa pengaruh besar dalam berbagai bidang kehidupan manusia yang kompleks. Namun, revolusi industri 4.0 juga memiliki dampak sosial karena perkembangan teknologi juga hampir selalu diikuti model kejahatan baru yang menggunakan teknologi komputer dan internet juga.

Ilustrasi (ist)

Iwan memaparkan, pembangunan fasilitas ruang penyidikan Subdit IV Tindak Pidana Siber Polda Metro Jaya ini dilatarbelakangi kebutuhan operasional organisasi baik secara metode kerja maupun tantangan pekerjaan.

“Saat ini jumlah laporan polisi yang ditangani per tahun mencapai 2.800 kasus. Selain itu kecanggihan modus operandi kejahatan siber pun juga semakin meningkat. Diharapkan dengan adanya fasilitas ruang pemberkasan, ruang penyelidikan online, dan ruang khusus penanganan terhadap anak yang jadi korban kejahatan pornografi online, dapat meningkatkan kinerja anggota dan meningkatkan kepuasan pelayanan kepada masyarakat,” ujar Iwan.


Baca Juga : Kapolda Metro Jaya Pimpin Sertijab 5 Kapolres

Saat ini, jajaran Subdit Siber Polda Metro Jaya memiliki 130 orang penyidik dan penyidik pembantu. Bahkan, ada dua orang penyidiknya yang lulusan FBI National Academy, Quantico, US dengan disiplin ilmu kejahatan siber dan seorang dari sekolah khusus penyidikan kejahatan hacking di US.

“Dalam tahun 2019, sebanyak 30 penyidik Subdit Siber juga telah mendapat sertifikasi sebagai ahli dengan gelar antara lain sebagai ahli forensik dan ahli jaringan," kata Kasubdit IV Tipid Siber Polda Metro Jaya AKBP Roberto Pasaribu.


Baca Juga : Polda Metro Sebut Kejahatan di Jakarta pada 2019 Alami Penurunan

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini