Jerit Hati Ribuan Warga Korban Banjir yang Belum Dapat Bantuan

Wijayakusuma, Okezone · Sabtu 04 Januari 2020 18:30 WIB
https: img.okezone.com content 2020 01 04 338 2149276 jerit-hati-ribuan-warga-korban-banjir-yang-belum-dapat-bantuan-sYklF0Zunn.jpg Korban banjir di Rawalumbu, Bekasi, Jawa Barat bahu-membahu bersihkan lumpur (Foto: Okezone/Wijayakusuma)

BEKASI - Jerit hati dilontarkan warga terdampak banjir di Kampung Rawa Panjang RT 05 RW 04, Rawalumbu, Sepanjang Jaya, Kota Bekasi, Jawa Barat. Pasalnya, hingga saat ini ribuan warga di lokasi belum mendapat bantuan logistik, baik dari pemerintah pusat maupun daerah.

Terdapat sekitar 2.000 warga terdampak dari 549 kepala keluarga (KK) di RT 05. Banyak warga yang bahkan disebutkan belum terdata akibat tercerai berai lantaran diliputi kepanikan saat banjir melanda.

"Di RT 05 saja itu yang terdampak sekitar 549 hunian. Tapi diperkirakan 2.000-an jiwa di RT 05 yang terdampak, karena banyak juga yang belum terdata. Banyak yang berpencar, jadi datanya kurang maksimal," kata Ketua RT 05, Podo Saputro kepada Okezone, Sabtu (4/1/2020).

Baca Juga: Jumlah Pengungsi Akibat Banjir Jabodetabek Terbanyak di Bekasi

Menurutnya, belum ada bantuan logistik yang diterima warga pasca-banjir surut. Padahal, warga terutama yang memiliki balita dan anak-anak, sangat membutuhkan uluran tangan pihak-pihak terkait.

"Bantuan belum ada, cuma konfirmasi RW baru ada dari Dinsos itu mi 25 dus. Karena yang terdampak lumayan banyak jiwa, jadinya bantuan itu belum terdistribusi. Semalam saya konfirmasi ke RW, diperkirakan hari ini dari Dinsos ada bantuan turun. Cuma jumlahnya belum tahu," tuturnya.

Korban banjir Rawalumbu, Bekasi

Podo menjelaskan, banjir terjadi merata ke seluruh wilayah RT 05, saat air mulai merendam permukiman padat penduduk tersebut pada Rabu 1 Januari 2020 pagi. Seluruh warga dikatakan mengungsi akibat ketinggian air mencapai 2 meter.

"Di belakang itu (ketinggian air) sekitar 1,5-2 meter. Sebagian warga ngungsi ke masjid, sebagian ke sekolahan wilayah RT 04, sebagian ke rumah-rumah warga yang dua lantai," ujarnya.

Podo berharap, warganya dapat menerima bantuan secepatnya dari Pemkot Bekasi, seperti yang diterima warga di wilayah-wilayah terdampak lainnya. "Yang pasti saat ini terutama sembako yang paling urgen. Pompa air juga urgen untuk membersihkan saluran air, jalan-jalan gang dari sisa-sisa lumpur. Lumpur kan di gang-gang, saluran air jadi mampet," katanya.

Pantauan Okezone di lokasi, warga masih disibukkan dengan aksi bersih-bersih lumpur sisa banjir yang menempel di rumah dan jalan-jalan sekitar.

Baca Juga: Cegah Banjir, BNPB: Normalisasi Sungai Masih Diperlukan

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini