nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

BNPB: Sistem Peringatan Dini Hujan Tinggi untuk Perkotaan Belum Tersedia

Puteranegara Batubara, Jurnalis · Sabtu 04 Januari 2020 23:31 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2020 01 04 338 2149346 bnpb-sistem-peringatan-dini-hujan-tinggi-untuk-perkotaan-belum-tersedia-Ns9zUt8yDs.jpg Ilustrasi Hujan (Foto: Okezone)

JAKARTA - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan belum tersedianya sistem peringatan dini atau Early Warning terkait dengan curah hujan tinggi yang akibatkan potensi banjir di perkotaan.

Kepala Pusat Pengendalian Operasi BNPB Bambang Surya Putra menjelaskan, sistem Early Warning saat ini hanya tersedia di jalur-jalur sungai utama, salah satunya di Katulampa, Bogor.

"Tapi ketika kami mendapatkan curah hujan yang tinggi yang sifatnya lokal di perkotaan itu memang belum tersedia early warning system," kata Bambang dalam acara Polemik MNC Trijaya Network bertajuk 'Banjir Bukan Takdir?' di Sasana Krida Karang Taruna Bidara Cina, Jakarta Timur, Sabtu (4/1/2020).

Bambang menuturkan, meskipun di Katulampa sudah tersedia peringatan siaga I dan II, namun apabila peringatan soal curah hujan ekstrem sampai saat ini juga masih terbatas.

"Saya juga enggak tahu sih rasanya di BMKG juga belum punya untuk cuaca ekstrem yang saat ini terjadi," ucap Bambang.

hujan

Baca Juga: Pemprov DKI Sebut Pembebasan Lahan Jadi Kendala Normalisasi Kali Ciliwung

Menurut Bambang, dengan adanya kejadian banjir parah, pihaknya akan menyediakan dan memperkuat sistem peringatan dini di perkotaan. Hal itu, sebetulnya sudah disiapkan pada tahun 2020 ini.

"Tapi untuk kondisi saat ini itu juga nama harus dikembangkan sebetulnya terkait dengan ini Pemerintah sudah menyiapkan anggaran untuk tahun 2020 sampai 2024 untuk pembangunan early warning system namun sebelum itu dimulai tahun 2020 ini bencana sudah keburu datang," papar Bambang.

"Karena ini memerlukan anggaran yang cukup besar kemudian pemerintah pada tahun 2018 dan 2019 sudah merencanakan kerjasama dengan, namun baru ada persetujuan dari pemerintah Indonesia dan pemerintah di beberapa negara itu tahun 2020 itupun didanai oleh Bank Dunia," tambahnya.

Di sisi lain, Bambang menekankan, peringatan dini adalah suatu keharusan untuk tersampaikan ke masyarakat luas. Tujuannya agar warga bisa mempersiapkan diri sejak dini untuk menghadapi potensi banjir yang terjadi.

"Early warning system itu sebetulnya harus sampai ke masyarakat satu persatu tapinya baik menggunakan handphone alat sosial media ataupun dan itu agar masyarakat mendapatkan peringatan sebelum bencana itu datang," tutup Bambang.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini