Pengungsi Longsor Sukajaya Bogor Mulai Terserang Penyakit

Putra Ramadhani Astyawan, Okezone · Senin 06 Januari 2020 14:03 WIB
https: img.okezone.com content 2020 01 06 338 2149789 pengungsi-longsor-sukajaya-bogor-mulai-terserang-penyakit-pM8vkLJ8Mz.jpg Pengungsi longsor di Sukajaya, Bogor, Jawa Barat (Foto: Putra Ramadhani)

BOGOR - Kepala Desa Cileuksa, Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Ujang Ruhyadi mengatakan, para korban longsor mulai terserang penyakit. Persediaan bantuan logistik yang diterima warga pun mulai menipis. 

"Kami juga sudah membangun tempat pengungsian sementara dengan gotong-royong, karena rumah warga, masjid dan majelis yang aman, sudah tidak bisa menampung para pengungsi," kata Ujang, Senin (6/1/2020).

Baca Juga: 6 Tewas dan 4.146 Warga Mengungsi Akibat Longsor di Sukajaya Bogor

Diketahui, sebanyak 11 kampung di Desa Cileuksa hancur diterjang banjir dan tanah longsor akibat diguyur hujan deras sejak Selasa 31 Desember 2019 hingga Rabu 1 Januari 2020.

Bencana alam ini membuat 4.174 warga harus mengungsi karena tempat tinggal mereka habis disapu banjir dan tanah longsor akibat meluapnya Sungai Cidurian.

Pengungsi longsor

Dari data sementara, 11 kampung yang terdampak adalah Cileuksa Utara, Cileuksa Kaler, Cileuksa Hilir, Cileuksa Desa, Pasir Eurih, Ciparangpeng, Cijaririn, Cieur, Cihaur, Rancanangka, dan Cisusuh.

Selain rumah, sejumlah fasilitas umum juga habis tersapu banjir dan tanah longsor. Rincian rumah yang mengalami kerusakan berat yaitu, 1.261 unit.

Sedangkan bangunan fasilitas umum lain yang rusak berat di antaranya, 4 unit sekolah, 4 unit masjid, 4 unit pesantren, dan 4 unit majelis taklim.

"Data sementara tercatat ada dua warga yang meninggal, satu luka-luka. Korban lain yang mengungsi ada 63 wanita hamil, 148 ibu menyusui," kata Ujang.

Baca Juga: Kisah Korban Selamat Longsor di Bogor, Gendong Bayi Tembus Hutan hingga Kuburan

Menurut Ujang, para korban masih menempati tenda-tenda pengungsian. Dia pun berharap, agar para korban terdampak banjir dan tanah longsor bisa segera direlokasi ke tempat yang aman dan layak huni.

"Kami sudah menyewa alat berat untuk membuka jalan dari jalur Banten agar kebutuhan sembako dan para medis bisa secepatnya masuk. Karena ini kebutuhan yang mendesak, jangan sampai pengungsi kelaparan," ujar Ujang.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini