nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pasca-Banjir, Truk Sampah Antre Berjam-jam di TPA Bantargebang

Wijayakusuma, Jurnalis · Selasa 07 Januari 2020 02:03 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2020 01 06 338 2150008 pasca-banjir-truk-sampah-antre-berjam-jam-di-tpa-bantargebang-JijFzVoMXb.JPG Belasan truk sampah Bekasi mengantre berjam-jam di TPA Sumur Batu, Bantargebang, Kota Bekasi, Jawa Barat (Foto: Okezone.com/Wijayakusuma)

BEKASI - Antrean panjang truk sampah terjadi di TPA Sumur Batu, Bantargebang, Kota Bekasi, Jawa Barat. Butuh waktu berjam-jam bagi para sopir truk untuk bisa masuk ke zona buangan TPA milik Pemkot Bekasi itu.

Salah satunya Suedi, sopir truk Dinas Kebersihan nomor seri B 9183 KOQ. Ia mengaku sejak pukul 13.00 WIB sudah tiba di lokasi dengan membawa sampah-sampah sisa banjir. Namun hingga pukul 15.30 WIB, truk yang dikendarainya masih saja mengantre menunggu giliran masuk.

"(Antre) dari jam satu siang, trip ke dua. Bisa 2-3 jam, paling lama 3 jam lah antrean," kata Suedi, sopir truk kepada Okezone di lokasi, Senin 6 Januari 2020.

Menurutnya, zona pembuangan di TPA seluas 15,8 hektare itu diprediksi sudah tidak lagi memadai atau bisa dikatakan overload. Hal inilah yang menyebabkan proses pembuangan sampah lebih memakan waktu.

"Yang jelas tempatnya sudah enggak memadai, sudah penuh. Tapi ya masih bisa (membuang), cuma lambat," akunya.

Sementara Kepala UPTD Dinas Kebersihan TPA Sumbur Batu, Ulfa Masropa mengklaim zona pembuangan masih bisa menampung sampah-sampah warga Bekasi pascabanjir besar yang melanda beberapa waktu lalu.

Truk Sampah Bekasi

"Khusus armada pascabanjir, kita pisahkan. Seperti mobil-mobil yang kecil, kita beda tempat, tidak melakukan pelayanan melalui yang resmi. Tapi dibuang dari zona yang kita perintahkan, nanti didorong sama backhoe louder, dan dari atas diangkat pakai long arm," jelas Ulfa.

Ulfa mengakui adanya lonjakan volume sampah di TPA Sumur Batu pascabanjir, khususnya sampah dari wilayah Jatiasih. Meski demikian, kata dia, zona pembuangan masih terbilang aman dan belum mengalami overload.

"Untuk jumlah keseluruhan sampai saat ini memang belum ketahuan. Karena komitmen saya dan teman-teman, nanti setelah tanggal 7 Januari baru akan diakumulasi berapa jumlah sampah yang masuk," paparnya.

Ia juga menyebutkan sejumlah kendala yang dialami pihak TPA Sumur Batu dalam pengelolaan sampah, di antaranya kurangnya drainase, akses jalan yang berlubang dan minimnya alat berat.

"Jalan menuju zona pelayanan terhambat karena banyak lubang. Makanya butuh pengerasan jalan. Kendala kedua itu di alat berat yang minim. Tapi sekarang dari dinas berusaha menyewa, lagi mengajukan sampai 4 unit," ungkapnya.

Pihaknya kata dia, juga rutin memantau gunung-gunung sampah di setiap zona untuk mengantisipasi longsor yang kerap terjadi di musim penghujan.

"Kita sudah antisipasi dari jauh-jauh hari untuk memantau semua gunung-gunung sampah yang ada di setiap zona," tutupnya.

Seperti diketahui ribuan ton sampah dihasilkan Kota Bekasi setiap harinya pasca bencana banjir. Sebanyak 6.000 ton sampah berhasil diangkut petugas Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bekasi, sampai dengan hari ke 4 pasca-banjir surut.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini