nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Gedung yang Roboh di Slipi Harus Diratakan dengan Tanah Sore Ini

Fadel Prayoga, Jurnalis · Selasa 07 Januari 2020 12:37 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2020 01 07 338 2150157 gedung-yang-roboh-di-slipi-harus-diratakan-dengan-tanah-sore-ini-fwp9hpC8Fb.jpg Gedung di Slipi Roboh (Foto: Okezone/Fadel)

JAKARTA - Puslabfor Polri menyambangi gedung di Slipi, Jakarta Barat yang roboh, kemarin. Setelah melakukan pengecekan sekira 30 menit, mereka menyimpulkan bahwa bangunan yang ambruk itu harus dirobohkan semuanya hingga rata dengan tanah pada sore nanti.

"Kemungkinan nanti sore sampai malam," kata Kepala Bidang Balistik Metalurgi san Forensik (Balmetfor) Puslabfor Bareskrim Polri, Kombes Pol Ulung kepada wartawan di lokasi, Selasa (7/1/2020).

Ia menduga ambruknya gedung itu lantaran besi-besi penyangga di gedung itu sudah banyak yang keropos lantaran termakan oleh proses korosi. Hal itu berdasarkan temuan fakta-fakta yang ada di lapangan.

Seperti diketahui, korosi adalah kerusakan atau degradasi logam akibat reaksi redoks antara suatu logam dengan berbagai zat di lingkungannya yang menghasilkan senyawa-senyawa yang tidak dikehendaki. Dalam bahasa sehari-hari, korosi disebut perkaratan. Contoh korosi yang paling lazim adalah perkaratan besi.

"Itu ada barang bukti yang kita temukan banyak sudah alami proses korosi yang sudah hampir separuh kemakan diameternya," ujarnya.

polisi

Baca Juga: Polisi Periksa Karyawan Minimarket & Pemilik Gedung yang Roboh di Slipi

Ia memperkirakan proses korosi itu sudah berlangsung sekira dua atau tiga tahun yang lalu. Sebab, ia melihat sudah banyak basi-besi penyangga yang termakan karat.

"Sudah cukup lama, karena lihat dari bentuk korosinya sampai separuh baja itu sudah kemakan," ujarnya.

Pantauan di lapangan, gedung berlantai empat itu belum rata dengan tanah. Hampir sebagian sisi kiri gedung sudah ambrol, tapi sebelahnya belum. Puing-puing bekas reruntuhan bangunan itu masih berserakan di lokasi.

Garis polisi terbentang di depan puing-puing tersebut. Tidak ada aktivitas apapun setelah jajaran Puslabfor meninggalkan lokasi.

(edi)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini