nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

1.475 Warga Tangsel Terserang Penyakit Akibat Banjir

Hambali, Jurnalis · Selasa 07 Januari 2020 17:56 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2020 01 07 338 2150307 1-475-warga-tangsel-terserang-penyakit-akibat-banjir-AHCTZxo29Z.jpg Ilustrasi korban banjir yang mengungsi (Foto : Okezone.com)

TANGERANG SELATAN - Fasilitas pelayanan kesehatan di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) diserbu warga terdampak banjir. Data dari Dinas Kesehatan (Dinkes) mencatat, ada 1.475 pasien yang berobat akibat terserang berbagai penyakit. Sebagian besarnya mengalami dermatitis atau penyakit kulit.

"Data yang masuk, jumlah warga yang berobat itu mencapai 1.475 pasien. Dua puluh persennya penyakit kulit, seperti gatal-gatal, kutu air, dan semacamnya," ujar Plt Kepala Dinkes Tangsel, Deden Deni, kepada Okezone, saat ditemui di Balai Kota, Jalan Maruga, Ciputat, Selasa (7/1/2020).

Ilustrasi banjir di Tangerang Selatan (Foto : Okezone.com/Hambali)

Di luar penyakit kulit, ada pula warga yang terkena gangguan Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA), diare, dan hipertensi. Namun sampai saat ini, semua telah ditangani dengan baik tanpa memerlukan perawatan intensif lanjutan.

"Semua tertangani, obat-obatan cukup. Petugas medis siaga 24 jam di lapangan. Kita juga dibantu dengan banyak pihak di lapangan," kata Deden.

Adapun rincian penyakit yang diderita warga terdampak banjir antara lain, dermatitis sebanyak 300 pasien atau berjumlah sekira 20 persen, myalgia atau pegal-pegal badan sebanyak 242 pasien, atau sekira 16 persen.

Lalu Hipertensi sebanyak 231 pasien, atau sekira 16 persen, ISPA sebanyak 192 pasien atau 13 persen, dan Cefalgia atau sakit kepala sebanyak 134 pasien, atau sebesar 9 persen.

Baca Juga : Sang Istri Sewa 2 Pembunuh Bayaran untuk Habisi Hakim PN Medan

Baca Juga : 30 Jembatan Putus di Lebak, Jokowi Targetkan 4 Bulan Selesai Dibangun

Dari total 7 Kecamatan yang ada di Kota Tangsel, pasien terbanyak penyakit berasal dari Kecamatan Ciputat dan Pondok Aren. Deden menyatakan, jajarannya tetap disiagakan hingga masa berakhir kondisi tanggap darurat pada tanggal 14 Januari 2020.

"Tim medis kita masih terus siaga. Apalagi cuaca seperti ini akan berlanjut sampai beberapa waktu ke depan, seperti tadi arahan BMKG bahwa harus tetap siaga," tuturnya.

Sebagian besar wilayah Kota Tangsel terendam banjir sejak 1 Januari 2020. Lokasi banjir mencapai 119 titik. Ketinggian air bervariasi, hingga mencapai 2 meter lebih. Bahkan ada pula yang nyaris mendekati atap rumah.

Dalam kondisi itu, mau tak mau para warga terdampak harus beraktivitas di bawah rendaman banjir. Imbasnya, permukaan kulit menjadi bagian tubuh yang bersentuhan langsung dengan air terkontaminasi bakteri.

Dengan begitu, kontak langsung antara kulit dengan air banjir itu akan mengakibatkan sejumlah gangguan pada kulit hingga terjadinya infeksi. Khususnya pada bagian tubuh yang mengalami luka terbuka.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini