nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kantong Plastik Dilarang di Jakarta, Warga: Semoga Konsisten

Alifa Muthia Diningtyas, Jurnalis · Rabu 08 Januari 2020 14:53 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 01 08 338 2150639 kantong-plastik-dilarang-di-jakarta-warga-semoga-konsisten-XSwYjtlcOh.jpg Ilustrasi. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menerbitkan Peraturan Gubernur (Pergub) nomor 142 Tahun 2019 tentang Kewajiban Penggunaan Kantong Belanja Ramah Lingkungan pada pusat perbelanjaan, toko swalayan dan pasar rakyat atau pasar tradisional. Pergub itu sudah diundangkan pada 31 Desember 2019.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Andono Warih menyebut regulasi itu akan resmi berlaku pada 1 Juli 2020, setelah pihaknya melakukan sosialisasi terlebih dahulu selama enam bulan. Konsekwensinya, para pedagang dan konsumen nantinya mesti memakai tas belanja ramah lingkungan atau tote bag.

Annisa, salah seorang karyawan perusahaan swasta mengaku setuju dengan peraturan ini. Menurutnya penggunaan kantong plastik harus dikurangi karena merusak lingkungan. Banjir Jakarta di awal 2020 juga diperparah banyaknya sampah plastik Jakarta.

"Setuju dong. Soalnya kan kemarin saya korban banjir ya. Apalagi sampah yang lewat itu kebanyakan kantong plastik. Jadi setuju banget sih sama peraturan ini," katanya kepada Okezone, Rabu (8/1/2020).

Baca Juga: Mulai 1 Juli, Pemprov DKI Larang Swalayan & Pasar Tradisional Pakai Kantong Plastik

Seorang ibu rumah tangga, Wati juga menyatakan setuju. Bahkan sebelum ada peraturan ini, dia sudah membiasakan membawa tote bag saat belanja ke swalayan atau ke pasar tradisional.

(Foto: Putra R/Okezone)

"Sudah dari tahun lalu sih sering bawa tote bag kalau belanja. Soalnya kan kalau di swalayan kantong plastiknya bayar. Jadi mending bawa sendiri aja kantongnya," katanya saat ditemui di kawasan Kebon Sirih, Jakarta Pusat.

Renna, seorang mahasiswi juga menyatakan setuju. Harapannya, cara ini bisa membiasakan masyarakat untuk tak lagi menggunakan kantong plastik yang berdampak buruk bagi lingkungan. Selain itu, dia juga meminta peraturan ini konsisten diterapkan.

"Saya sih setuju. Setidaknya sudah ada upaya menjaga bumi dari pemprov DKI. Semoga sistem ini bisa berkelanjutan dan masyarakat terbiasa untuk tidak menggunakan plastik kapan pun dan di manapun," kata Renna saat ditemui di Stasiun Gondangdia, Jakarta.

Diketahui, sanksi untuk pihak pengelola yang masih nakal menggunakan kantong plastik sekali pakai adalah teguran tertulis, uang paksa, pembekuan izin dan/atau pencabutan izin.

Sedangkan bagi pelaku usaha atau tenant hanya akan diberikan sanksi administratif berupa teguran. Hal itu tercatat dalam Pasal 29 ayat 1 Pergub Nomor 142 Tahun 2019, yang berbunyi; Sanksi administratif sebagaimana dimaksud ayat (1) diberikan oleh Dinas Lingkungan Hidup (LH).

(qlh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini