nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ini Sebaran Wilayah di Jakarta yang Berpotensi Terdampak Banjir Rob

Fadel Prayoga, Jurnalis · Kamis 09 Januari 2020 14:02 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2020 01 09 338 2151038 ini-sebaran-wilayah-di-jakarta-yang-berpotensi-terdampak-banjir-rob-foApdSdCl0.jpg Banjir rob menggenangi sejumlah ruas jalan di Jakarta Utara akibat pasang air laut (Foto: Okezone)

JAKARTA - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperkirakan gelombang air laut di kawasan Teluk Jakarta akan terjadi kenaikan dengan ketinggian maksimal 0,6 meter sejak 9 hingga 12 Januari 2020 mendatang.

Munculnya fenomena alam itu lantaran cuaca ekstrem sedang melanda wilayah Ibu Kota.

Kepala Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta, Juaini Yusuf mengklaim, telah memetakan wilayah mana saja yang berpotensi terendam banjir rob imbas gelombang pasang air laut. Di antaranya untuk kawasan Jakarta Utara tersebar di Muara Angke, Kalibaru, Muara Baru, Cilincing, Marunda dan Pademangan Ancol.

Sedangkan untuk wilayah Jakarta Barat hanya Tegal Alur yang kemungkinan terkena imbas banjir rob. Pihaknya, telah mempersiapkan sejumlah pompa mobile dan stasioner untuk mengantisipasi air laut masuk ke pemukiman warga.

"Di lokasi titik yang kemungkinan ada air rob sudah kami pasang pompa, contohnya rumah pompa Marina Ancol yang memang sudah dibangun antisipasi rob di Komplek Ancol Jaya Seafront," kata Juaini kepada wartawan, Kamis (9/1/2020).

Selain itu, membuat tanggul-tanggul darurat berupa karung berisi pasir di beberapa wilayah yang diperkirakan akan terendam banjir rob. Hal itu berguna untuk memperlambat air masuk dari laut ke daratan Jakarta.

Banjir Rob di Jakut

"Itu upaya yang kami lakukan untuk menghindari air pasang dari laut ke permukiman warga," ujarnya.

Sementara itu, Sekretaris Dinas SDA, Dudi Gardesi menjelaskan, menyiapkan 176 pompa yang akan disebar ke sejumlah wilayah untuk menyedot limpahan air laut di jalanan. Alat itu akan digunakan bila air sudah memenuhi daratan, karena tidak mungkin bisa menghalau air laut yang sedang pasang tersebut.

"Karena percuma dilawan (banjir rob). Kan intinya cuma sebentar aja (terjadi) pasang tinggi," ujar Juaini.

(put)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini